Berita

Warga mengenakan masker di Paris, Prancis/net

Dunia

Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Prancis Akan Terapkan Lockdown Parsial

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 15:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lonjakan infeksi virus corona baru di Prancis membuat pemerintahanan Presiden Emmanuel Macron tengah membahas kemungkinan dilakukannnya penguncian lokal di sejumlah wilayah.

Jurubicara pemerintah, Gabriel Attal pada Kamis (10/9) mengungkap, pembahasan tersebut akan dilakukan pada pertemuan kabinet pada Jumat (11/9).

"Kami tidak mengecualikan apapun," ujarnya kepada televisi BFM, yang dikutip Reuters.


Saat ini, setidaknya ada 20 kota besar di Prancis yang mengalami lonjakan infeksi, termasuk Marseille, Bordeaux, dan Paris.

Kepala dewan penasihat ilmiah pemerintah, Jean-Francois Delfraissy mengatakan, lonjakan kasus terjadi karena banyaknya pertemuan yang melibatkan orang banyak.

"Kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk menghindari penguncian lokal. Di wilayah (berisiko) ini kami dapat melihat pembatasan lebih lanjut dari pertemuan besar orang banyak," ujarnya.

Pada Rabu (9/9), otoritas kesehatan Prancis melapoprkan 8.577 kasus baru Covid-19. Itu merupakan jumlah tertinggi kedua dari infeksi harian di sana.

Sementara itu, Worldometer menyebut, total infeksi Covid-19 di Prancis saat ini sudah mencapai 344.101 kasus dengan 30.794 kematian.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya