Berita

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Dunia

Cari Suaka, 12 Warga Hong Kong Ditangkap Oleh Otoritas China Saat Berlayar Ke Taiwan

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 16:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas China menangkap 12 orang warga Hong Kong saat mereka berlayar untuk mencari suaka politik ke Taiwan.

Dari laporan media lokal, sebuah kapal di lepas pantai Provinsi Guangdong dihentikan pada 23 Agustus ketika berlayar menuju Taiwan. Kapal tersebut berisi orang-orang yang hendak mencari suaka politik.

Otoritas menyebut, mereka akan diadili di China daratan atas tindakannya. Namun, Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam pada Selasa (8/9) menegaskan akan memberikan bantuan.


“Pertanyaannya bukanlah tentang mendapatkan (mereka) kembali,” kata Lam dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.

"Jika penduduk Hong Kong ini ditangkap karena melanggar pelanggaran daratan maka mereka harus ditangani sesuai dengan hukum daratan dan sesuai dengan yurisdiksi sebelum hal lain dapat terjadi," sambungnya.

Walau begitu, Lam menambahkan, pihaknya memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan pada penduduk Hong Kong yang terjebak dalam segala macam situasi di luar negeri.

Dalam hal ini, ia mengatakan, kantor perwakilan pemerintah di Guangzhou, ibukota Guangdong, akan mencari cara untuk memberikan bantuan dan bekerja sama dengan otoritas daratan.

Senin (7/9), dilaporkan AFP, pengacara yang mewakili para pencari suaka tersebut telah ditolak aksesnya oleh otoritas daratan.

Sejauh ini, baik otoritas China daratan maupun Hong Kong belum secara terbuka mengonfirmasi siapa yang telah ditangkap, tetapi media lokal telah mengidentifikasi beberapa dari mereka menghadapi tuntutan karena terlibat dalam protes pro-demokrasi tahun lalu.

Beberapa di antara mereka adalah Andy Li dan seorang seorang warga negara ganda Hong Kong-Portugis.

Penjaga Pantai Guangdong, yang mengumumkan penangkapan itu di platform media sosialnya pada 26 Agustus, mengatakan dua dari mereka yang ditahan itu bermarga Li dan Tang, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Belum diketahui tuduhan apa yang akan mereka hadapi.

Sejak 30 Juni, Beijing telah memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong yang dianggap sebagai langkah China daratan untuk memperketat kendali di kota tersebut.

UU tersebut berfungsi untuk menindak kejahatan berbau separtisme, subversi, terorisme, hingga campur tangan asing. Pada kritikus menyebut, UU tersebut telah mengikis otonomi khusus yang diberikan pada Hong Kong.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya