Berita

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

Dunia

Presiden Taiwan Dorong Dibentuknya Aliansi Lawan China Di Laut China Selatan

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 14:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mendorong dibentuknya aliansi untuk mempertahankan diri dari China di Laut China Selatan dan wilayah sengketa lainnya.

Berbicara dalam forum yang dihadiri para diplomat dari Barat di Taipei, Tsai mengatakan Taiwan berdiri di garis depan dalam membela demokrasi dari "agresi otoriter".

Namun, selain harus meningkatkan kemampuan, Tsai juga mengatakan diperlukan upaya kolaboratif untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional.


"Militerisasi cepat Laut China Selatan, meningkat dan seringnya taktik zona abu-abu di Selat Taiwan dan Laut China Timur, diplomasi koersif yang digunakan terhadap negara dan perusahaan, semuanya membuat kawasan Indo-Pasifik tidak stabil," terang Tsai, tanpa menyebut nama China.

"Sudah waktunya bagi negara-negara yang berpikiran sama, dan teman-teman demokratif di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya, untuk membahas kerangka kerja untuk menghasilkan upaya yang berkelanjutan dan bersama untuk mempertahankan tatanan strategis yang menghalangi tindakan agresif sepihak," sambungnya, melansir Reuters.

Tsai menjelaskan, strategi pembentukan aliansi tersebut bukan bertujuan untuk melakukan perang. Sebaliknya adalah untuk menghindari perang dengan melindungi demokrasi, mendorong kerja sama, transparansi, dan penyelesaian masalah melalui dialog.

China selama ini telah mengklaim wilayah di Laut China Selatan dan Timur. Beijing juga menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Beberapa waktu terakhir, China telah meningkatkan aktivitas militer di wilayah-wilayah tersebut.

Sementara Taiwan memanfaatkan situasi dengan mencari dukungan dengan negara-negara yang menurutnya memiliki kesamaan dalam demokrasi.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya