Berita

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi/Net

Dunia

Teknologinya Terus Dipojokan AS, China Rilis Inisiatif Keamanan Data Secara Global

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 10:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China merilis inisiatif global untuk keamanan data sebagai bagian dari langkah untuk menghentikan kampanye penolakan teknologi China.

Dilaporkan Wall Street Journal pada Senin (7/9), China meluncurkan "Global Initiative on Data Security". Inisiatif tersebut bertujuan untuk menetapkan standar global pada keamanan data.

"Di bawah Global Initiative on Data Security, China akan meminta semua negara untuk menangani keamanan data secara komprehensif, objektif, dan berbasis bukti," demikian bunyi laporan tersebut melansir draf inisiatif yang dimaksud.


Nantinya, inisiatif tersebut akan mendesak negara-negara untuk menentang pengawasan massal terhadap negara bagian lain dan menyerukan  perusahaan teknologi untuk tidak memasang "pintu belakang" dalam produk dan layanan mereka untuk secara ilegal mendapatkan data pengguna, mengontrol atau memanipulasi sistem dan perangkat pengguna.

Wall Street Journal menyebut, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dijadwalkan untuk mengumumkan inisiatif tersebut pada Selasa (8/9) dalam sebuah seminar di Beijing sembari membahas tata kelola digital global.

Media tersebut juga mengatakan, inisiatif tersebut merupakan salah satu langkah Beijing untuk menghentikan kampanye Amerika Serikat (AS) yang membujuk negara-negara lain untuk tidak menggunakan teknologi China.

Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump juga telah memperketat pembatasan pada perusahaan China dengan alasan masalah keamanan nasional yang memicu efek domino.

Washington juga meluncurkan inisiatif "Clean Network" untuk mengecualikan perusahaan teknologi China yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya