Berita

Presiden Kamerun Paul Biya/Net

Dunia

Anglophone Masih Bergolak, Presiden Kamerun Tetap Umumkan Pemilu Desember

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Kamerun Paul Biya akhirnya mengumumkan pelaksanaan pemilihan regional pertama negara itu pada bulan Desember mendatang, termasuk di dua wilayah barat yang saat ini berada dalam cengkeraman pemberontakan minoritas Anglophone pada Senin (7/9).

Pemilihan umum tidak langsung yang akan digelar pada 6 Desember di 10 wilayah negara itu akan menempatkan dewan-dewan yang diatur dalam konstitusi 1996 dalam upaya menuju desentralisasi yang belum terlaksana hingga saat ini.

Dewan ini juga akan dipilih di dua wilayah barat di mana pemberontakan hampir tiga tahun telah merenggut lebih dari 3.000 nyawa, seperti dikutip dari AFP, Selasa (8/9).


Dua wilayah anglophone yang bergolak adalah rumah bagi sebagian besar penutur bahasa Inggris di negara di mana penutur bahasa Prancis adalah mayoritas, sebuah situasi yang merupakan warisan dekolonisasi Afrika barat oleh Prancis dan Inggris lebih dari enam dekade lalu.

Bertahun-tahun kebencian atas diskriminasi yang dirasakan terhadap anglophones mengarah pada deklarasi pada 1 Oktober 2017, dari Republik Ambazonia yang digambarkan sendiri di dua wilayah, yang memicu tindakan keras oleh pihak berwenang.

Biya yang saat ini berusia 87 tahun, telah berkuasa selama hampir empat dekade dan menjanjikan dua wilayah ini status khusus dalam upaya meredam kerusuhan.

Daerah akan memilih 90 anggota dewan, yang akan memiliki kekuasaan terbatas pada masalah lokal. Dua puluh dari mereka akan menjadi perwakilan dari kepala suku tradisional.

John Fru Ndi, pemimpin partai oposisi utama, mengatakan dia akan memboikot pemilu kecuali ada gencatan senjata terlebih dahulu di wilayah berbahasa Inggris.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya