Berita

Presiden Nicolas Maduro

Dunia

Pemimpin Oposisi Juan Guaido Minta Pasukan Angkatan Bersenjata Dukung Boikot Pemilu Venezuela

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lama tak terdengar pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido pada Senin (7/9) akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait pemilu Venezuela yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.

Guaido meminta angkatan bersenjata untuk mendukung boikot pemilihan legislatif yang menurut rencana akan berlangsung pada Desember 2020. Ia juga meminta mereka membantu meningkatkan tekanan internasional terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Dalam pidatonya yang disiarkan di media sosial, Guaido mendesak komando tinggi militer untuk bergabung dengan 'pakta persatuan' pasukan oposisi untuk memblokir penyelenggaraan pemilu 6 Desember yang akan datang.


"Berhentilah bersembunyi di balik rok diktator! Berhenti mengabaikan kenyataan di Venezuela," kata Guaido dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada komando tinggi, yang dianggap sebagai pilar utama pemerintahan Maduro, bersama dengan sekutu Rusia dan Iran, seperti dikutip dari AFP, Selasa (8/9).

"Kami bersedia duduk sekali lagi dengan mereka yang dibutuhkan untuk mencapai transisi," kata Guaido.

Pada Januari 2019, Ketua Majelis Nasional Guaido menantang otoritas Maduro dengan menyatakan dirinya sebagai penjabat presiden, mengklaim bahwa Maduro telah mencuri suara di pemilihan ulang 2018 dalam pemungutan suara yang curang.

Sejak saat itu, pihak oposisi gagal mencoba menggusur Maduro, termasuk pemberontakan militer April 2019 yang gagal yang diorganisir oleh Guaido gagal mengumpulkan banyak dukungan.

Guaido dan tokoh-tokoh oposisi terkemuka berjanji untuk memboikot pemilu 6 Desember karena kurangnya transparansi setelah Mahkamah Agung yang bersahabat dengan Maduro menunjuk pejabat pemilu, peran yang seharusnya dilakukan oleh badan legislatif yang dikendalikan oposisi.

Sekitar 37 partai oposisi mendukung boikot pemilu dan apa yang disebut pakta yang mengusulkan untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap kediktatoran, menurut Guaido.

Namun, beberapa tokoh oposisi terkemuka, telah berbicara mendukung partisipasi dalam pemilihan, termasuk Henrique Capriles, tokoh yang dihormati secara luas yang telah dua kali mencalonkan diri sebagai presiden.

Anggota parlemen oposisi terkemuka lainnya, Stalin Gonzales, juga secara terbuka memisahkan diri dari kelompok pro-boikot pekan lalu, dengan mengatakan bahwa memobilisasi oposisi di kotak suara akan lebih efektif daripada boikot.

Pemerintahan sosialis Maduro menjadi sasaran serangkaian sanksi internasional, termasuk embargo minyak AS, dan dia serta rekan-rekan dekatnya berada di bawah dakwaan atas perdagangan narkoba oleh Departemen Kehakiman AS.

Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Di bawah kepemimpinan Maduro, negara itu telah jatuh ke dalam krisis.

Kemiskinan telah melonjak, inflasi negara itu menjadi yang tertinggi di dunia, dan produksi minyak turun ke level terendah dalam 77 tahun. Para ahli menuding itu terjadi akibat kesalahan manajemen dan korupsi.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya