Berita

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab/Net

Dunia

Alexei Navalny Mulai Pulih, Menlu Inggris Panggil Dubes Rusia

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 06:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dikabarkan telah memanggil Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrei Kelin pada Senin (7/9) untuk menyatakan keprihatinannya atas keracunan yang dialami oleh Alexei Navalny.

Raab mengatakan di akun Twitter pribadinya bahwa ia cukup priharin dengan apa yang menimpa Navalny yang dikenal kerap memberikan kritik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Hari ini Inggris memanggil Duta Besar Rusia untuk Inggris untuk menyampaikan keprihatinan yang mendalam tentang keracunan Alexey @navalny,” kata Raab di Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/9).


Dalam twitnya Raab juga menyampaikan bahwa pemerintah Rusia harus menyelidiki kasus terhadap dugaan bahwa Navalny telah sengaja diracun.

“Ini benar-benar tidak dapat diterima bahwa senjata kimia terlarang telah digunakan dan Rusia harus mengadakan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh,” tulisnya.

Selain itu Raab menambahkan bahwa dia lega mendengar Navalny telah pulih dari koma yang diinduksi secara medis.

Dalam pernyataan terpisah, seorang juru bicara kantor luar negeri mengatakan: “Ada kasus di sini yang harus dijawab oleh Rusia. Ini terjadi di tanah Rusia, terhadap warga negara Rusia. Mereka memiliki kewajiban internasional untuk ditegakkan,”

“Ini bukanlah serangan terhadap sistem internasional berbasis aturan yang membuat masyarakat kita aman,” lanjutnya.

Navalny, seorang kritikus terkemuka Presiden Vladimir Putin, diterbangkan ke Jerman bulan lalu setelah pingsan dalam penerbangan dari kota Tomsk di Siberia ke Moskow. Jerman menyimpulkan dia diracuni dengan Novichok.

Sementara itu Moskow mengatakan belum melihat bukti bahwa Navalny segaja diracuni.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya