Ruangan kelas yang abaikan aturan jaga jarak di tengah pandemik/Net
Di hari pertama pembukaan sekolah, Senin (7/9), sebuah foto yang yang beredar di dunia maya mendadak viral. Foto yang diambil di ruang kelas sebuah sekolah memicu kontroversi karena melanggar aturan protokol kesehatan. Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah pernyaaan dari Menteri Pendidikan.
Menteri Pendidikan Saaid Amzazi mengeluarkan pernyataan akan melakukan tindakan hukum terhadap orang yang memotret ruang kelas yang ramai, yang diduga diambil pada hari pertama sekolah di Maroko.
Hal ini menimbulkan kericuhan publik karena Amzazi berfokus memberikan hukuman kepada yang membagikan foto terssebut.
Di dalam foto nampak beberapa siswa menggunakan masker dengan benar dan sebagian lagi menggunakan masker dengan menariknya hingga dagu. Suasana kelas nampak ramai. Tidak ada jarak antar siswa karena mereka duduk berdekatan.
Meja nampak disatukan dan ada tiga siswa di satu meja. Di perkirakan ada lebih dari 20 siswa di dalam kelas itu. Jumlah tersebut bertentangan dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan dan otoritas setempat tentang aturan pembatasan dan jaga jarak di tengah pandemi.
Belum diketahui kebenaran foto itu. Namun Amzazi berjanji akan melakukan penyelidikan untuk memverifikasi keabsahan foto tersebut, lokasi sekolah, serta kapan foto itu diambil, dan siapa yang memotretnya.
"Jika hasil verifikasi menunjukkan bahwa foto itu diambil hari ini, Senin (7/9) maka pemerintah akan mengambil tindakan hukum terhadap orang yang memotret siswa dalam posisi ini, karena ini membahayakan kesehatan mereka," ujar Amzazi.
Sebuah pernyataan yang menyulut protes masyarakat.
“Seseorang telah mempublikasikan gambar siswa di ruang kelas yang ramai tanpa rasa hormat dan komitmen terhadap tindakan pencegahan yang diatur dalam protokol kesehatan di tingkat semua institusi pendidikan,†lanjut Amzazi, menambahkan bahwa penyelidikan terus berlangsung untuk memverifikasi kebenaran foto tersebut.
Pernyataan itu memicu kontroversi dan kemarahan di antara banyak orang di Maroko. Mereka nampak kecewa dan marah dengan pernyataan menteri.
Aktivis Asmae Kabba membagikan foto tersebut disertai dengan teks sarkastik dalam dialek Maroko (Darija).
"Amzazi menyatakan bahwa kementerian akan mengambil tindakan terhadap orang yang mengambil foto para siswa itu, padahal ini bukan siapa yang mengambil dan mengedarkan foto itu melainkan kondisi ruang kelas yang membahayakan kesehatan anak-anak," tulis Kabba, dikutip dari
MNW, Senin (7/9).
Netizen lain pun membagikan keterangan yang sama: Menteri seharusnya memberikan ancama hukuman terhadap pihak-pihak yang mengabaikan protokol kesehatan dan kurangnya penghormatan terhadap tindakan pencegahan, bukan tentang siapa yang mengambil gambar itu.
Sebelumnya, otoritas Maroko telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk memastikan keselamatan siswa yang menghadiri kelas tatap muka yang dimukai pada pekan ini.
Protokol tersebut mencakup penggunaan disinfektan di ruang kelas, siswa juga harus berdiri dalam dua baris di depan sekolah saat mereka menunggu untuk masuk, dan memperhatikan jarak aman satu meter, dan mencuci tangan.
Di dalam sekolah, siswa harus menjaga jarak satu meter satu sama lain sepanjang hari, di ruang kelas, lapangan olahraga, dan selama jam istirahat.