Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Usai Mengoyak Jepang, Topan Haishen Bergerak Menuju Korea Selatan

SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 08:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah menyerang pulau-pulau di selatan Jepang, Topan Haishen bersiap menuju Korea Selatan.

Dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam, Topan Haishen mengarah ke utara menuju kota terbesar kedua di Korea Selatan, Busan pada Senin (7/9).

Badan cuaca Korea Selatan mengatakan, angin kencang sudah memutus aliran listrik ke hampir 5.000 rumah tangga di ujung selatan Semenanjung Korea, termasuk Pulau Jeju yang sudah mendapatkan curah hujan lebih dari 473 mm sejak Sabtu (5/9).


Dilaporkan Reuters, pihak berwenang telah mengevakuasi hampir 1.000 orang, sementara lebih dari 300 penerbangan di 10 bandara, termasuk Bandara Internasional Jeju telah dibatalkan.

Kementerian keamanan nasional menuturkan, taman nasional dan beberapa layanan kereta juga sudah ditangguhkan.

Di Jepang, Topan Haishen mengahantam pada Minggu (6/9). Namun pada Senin dini hari, 440 ribu rumah di wilayah barah daya Kyusu belum mendapatkan aliran listrik setelah dihantam badai.

Penyiar publik NHK melaporkan, sebanyak 32 orang terluka, termasuk seorang perempuan yang jatuh dari tangga karena gelap dan empat orang yang terluka akibat ledakan jaca pusat evakuasi.

Hampir dua juta orang telah diperintahkan untuk mengungsi dari wilayah tersebut. Sementara wilayah Kyusu sendiri masih belum pulih dari hujan lebat dan banjir yang melanda pada Juli dan menewaskan 83 orang.

Setelah Korea Selatan, Topan Haishen juga diperkirakan akan mendekati kota pelabuhan Chongjin Korea Utara pada Senin malam.

Kehadiran Topan Haishen hanya berselang beberapa hari setelah Topan Maysak menghantam Semenanjung Korea dengan menewaskan sedikitnya dua orang dan ribuan orang tanpa listrik.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya