Berita

Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews/Net

Dunia

Umumkan Perpanjangan Lockdown Melbourne, PM Victoria: Saya Minta Maaf

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 16:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sembari meminta maaf, Perdana Menteri negara bagian Victoria, Daniel Andrews mengumumkan perpanjangan lockdown untuk kota Melbourne.

Andrews mengaku terpaksa untuk memperpanjang kuncian selama enam pekan di kota terbesar kedua di Australia tersebut karena masih dilakukannya penyelidikan kluster infeksi gelombang kedua.

"Saya minta maaf atas keadaan yang kita hadapi. Saya minta maaf atas kenyataan yang kita hadapi," ujarnya kepada wartawan pada Minggu (6/9), melansir The Guardian.


"Saya ingin Natal yang senormal mungkin dan ini adalah satu-satunya cara agar kita bisa sampai pada titik itu," sambungnya.

Ia mengatakan, pembatasan tahap empat, termasuk jam malam, masih akan berlaku di Melbourne hingga 28 September. Sementara itu, khusus untuk jam malam dan pembatasan perjalanan akan berlaku hingga 26 Oktober.

Mengakui kegagalannya dalam menghentikan infeksi virus corona, Andrews mengatakan akan bertanggung jawab 100 persen.

"Berpura-pura itu sudah berakhir karena kita menginginkannya bukan sesuatu yang akan saya lakukan," tegasnya.

Jika Melbourne keluar darilockdown terlalu cepat, kata Andrews, pengorbanan yang dilakukan oleh lima juta orang untuk tinggal di rumah akan sia-sia.

Pada awalnya, kuncian di Melbourne akan berakhir pada 13 September. Namun terjadi peningkatan infeksi Covid-19 hingga menyebabkan 646 kematian hingga saat ini.

Andrews menegaskan, pelonggaran langkah-langkah pencegahan virus dapat dilakukan jika kasus harian turun menjadi rata-rata antara 50 hingga 30 infeksi per hari.

Selain itu, jika rata-rata kasus harian turun menjadi lima infeksi per hari, maka jam malam akan dicabut dan orang-orang diperbolehkan untuk keluar rumah.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya