Berita

Wisata 'kapal hantu' di Inggris/Net

Dunia

Tak Dapat Berlayar, Kapal-kapal Pesiar Di Inggris Jadi Objek Tur Wisata 'Kapal Berhantu'

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 13:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 telah menghancurkan industri kapal pesiar di seluruh dunia. Di Selat Inggris, sejumlah kapal pesiar raksasa terparkir selama berbulan-bulan, tidak ke mana-mana.

Namun sebuah harapan muncul berkat pengusaha lokal bernama Paul Derham. Ia mencoba mencari akal untuk tetap menghasilkan pendapatan di tengah krisis kesehatan yang melanda dunia.

Setelah bekerja 27 tahun di kapal pesiar, ia akhirnya berhasil menjadi seorang wakil kapten untuk P&O Cruises dan menjalankan dua ferry lokal di Mudeford, Dorset, Inggris.


Di tengah pandemi, ia melihat peluang di mana beberapa kapal pesiar yang sedang terparkir di dekat rute feri terhenti.

Alhasil, ia menawarkan tur bagi mereka yang tertarik melihat kapal-kapal raksasa tersebut.

Dari halaman Facebook Mudeford Ferry, Derham memberikan tur "kapal hantu" selama 2,5 jam dengan jarak 50 meter dari beberapa kapal.

Idenya tersebut kemudian diminati oleh penduduk setempat yang tidak memiliki pilihan lain untuk berwisata karena pembatasan gerak yang diberlakukan oleh pemerintah.

"Saya benar-benar kewalahan dengan perhatiannya. Dan sedikit bangga, tanpa menjadi besar hati, bahwa kami berhasil melakukannya," ujar Derham seperti dikutip 9News, Minggu (6/9).

Aksi Derham tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah pengusaha lainnya.

Derham bahkan menggunakan koneksinya untuk memanggil sejumlah kapal pesiar termasuk Royal Caribbean's Anthem of the Seas, Jewel of the Seas, Allure of the Seas, Carnival Valor dan Cunard, hingga Queen Mary 2.

Selama karirnya di laut, Derham bekerja di kapal pesiar Aurora P&O, yang sering terlihat di perairan lokal. Namun Derham mengetahui semua detail teknis, mesin, hingga propulsi yang dimiliki banyak kapal.

Walau begitu, hal yang menarik perhatian pengunjung adalah pemandangan kapal.

Misalnya Allure of the Seas Royal Caribbean, salah satu kapal penumpang terbesar di dunia, dengan panjang 362 meter dan dapat menampung hingga 6.687 orang. Semakin dekat, penumpang tur Derham benar-benar merasakan skala ini.

"Mereka terlihat spektakuler, karena bahkan ketika mereka berada di pelabuhan panggilan, seperti Southampton atau di mana pun, Anda tidak bisa sedekat itu dengan kapal, dengan pemandangan yang bagus," kata Derham.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya