Berita

Sebelas mahasiswa Northeastern University di Boston, Amerika Serikat dicutikan karena melanggar protokol kesehatan/Net

Dunia

Langgar Protokol Kesehatan, 11 Mahasiswa Di Boston Dicutikan Satu Semester

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 12:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 11 mahasiswa baru di Northeastern University, Boston, negara bagian Massachusetts diberhentikan selama satu semester karena kedapatan melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan di Northeastern University, Madeleine Estabrook mengatakan, mereka yang diberhentikan sementara karena tidak mematuhi aturan seperti memakai masker, menghindari pesta dan pertemuan lainnya, mempraktikkan jarak sosial, mencuci tangan, dan melakukan tes.

"Kerja sama dan kepatuhan terhadap pedoman kesehatan masyarakat sangat penting. Orang-orang yang tidak mengikuti pedoman membuat semua orang berada dalam risiko," ujar Estabrook dalam laman resmi universitas yang dikutip Sputnik, Minggu (6/9).


Sebelumnya, para mahasiswa tersebut kedapatan bertemu di sebuah kamar di Hotel Westin yang menampung mahasiswa di Boston pada Rabu malam (2/9). Hotel tersebut berjarak kurang dari satu mil dari kampus Northeastern University.

Pihak kampus sendiri telah mengumumkan aturan protokol kesehatan di mana terdapat larangan pertemuan ramai di tengah pandemi Covid-19.

"Tes negatif untuk Covid-19 saja tidak cukup," tekan Estabrook.

Menindaklanjuti aksi para mahasiswa, pihak kampus kemudian memanggil wali mereka dan memberikan hukuman.

Hukuman tersebut adalah memberhentikan para mahasiswa dari seluruh semester musim gugur pada 2020 dan tidak mengembalikan biayanya yang sebesar 36.500 dolar AS.

Sebelum meninggalkan Hotel Westin, mereka juga harus menjalani tes Covid-19.

Sejauh ini, data dari departemen kesehatan masyarakat negara bagian menunjukkan, Massachusetts memiliki total lebih dari 120 ribu kasus Covid-19 dengan lebih dari 8.900 kematian.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya