Berita

Pelda KKO Evert Kandaou/Repro

Nusantara

Prajurit KKO Yang Mengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Dari Dasar Lubang Buaya Minta Dikremasi Dan Dilarung Di Watu Dodol

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 10:53 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Namanya Evert Julius van Kandou. Pangkat terakhir Pembantu Letnan Dua (Pelda).

Anggota Korps Komando (KKO) TNI Angkatan Laut ini satu dari sembilan prajurit KKO yang ditugaskan mengangkat jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi dari dasar sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 4 Oktober 1965 silam.

Pelda KKO Evert Julius van Kandou meninggal dunia hari Jumat kemarin (4/9) dalam usia 83 tahun di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia menghembuskan nafas terakhir di kediaman di Desa Kedung Rejo RT. 001 RW. 004 Muncar, Banyuwangi.


“Pelaku sejarah pengangkatan jenazah pahwalan revolusi Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandou sejak 3 hari lalu mengalami gangguan kesehatan yang serius sehingga dibawa ke ICU rumah sakit Al Huda Genteng, Banyuwangi,” ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Letkol Marinir Gugun Saeful Rachman dalam keterangan yang dihimpun dari halaman Facebook Pusat Penerangan TNI.

Disebutkan bahwa Pelda KKO Evert Kandou menderita sakit asam urat dan keretakan tulang lutut kaki kiri akibat jatuh saat di kamar mandi.

“Dia sempat rutin melakukan terapi di Rumah Sakit Al Huda Genteng Banyuwangi. Beberapa waktu yang lalu. Korps Marinir telah memberikan perhatian yang selayaknya kepada pak Kandou. Bahkan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono sempat menjenguk beliau, minggu lalu,” Letkol Gugun.

Jenazah Evert Kandou akan dikremasi hari ini (6/9).

Disebutkan bahwa di dalam wasiatnya, Evert Kandou meminta agar abu jenazahnya dilarung di Watu Dodol, Banyuwangi.

Selain Evert Kandaou, delapan anggota KKO lain yang ikut dalam operasi pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi dari sumur tua di Lubang Buaya adalah Kapten KKO Winanto, Letnan KKO Mispan Sutarto, Sersan KKO Suparimin, Kopda KKO Sudarjo, Kopda KKO Sugimin, Kopka KKO Hartono, Praka KKO Sumarni, dan Praka KKO Subekti.

Operasi pengangkatan jenazah dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Pengamanan dan Penertiban (Kopkamtib) Mayjen Soeharto.


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya