Berita

Tim tenaga medis di RS Darurat Covid-19 Kemayoran, Jakarta/RMOL.

Kesehatan

Sikap Masyarakat Di Tengah Pandemi Mengherankan, Alvin Lie Prihatin, Khawatir, Dan Cemas

SABTU, 05 SEPTEMBER 2020 | 12:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sikap masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 belakangan ini, di saat angka kasus baru meroket hingga melebihi 3.000 kasus baru dalam satu hari, sangat mengherankan.

Sikap ini berbeda dibandingkan dengan di awal pandemi sekitar bulan Maret dan April lalu. Saat itu, kasus baru yang terdeteksi dalam satu hari baru berada pada kisaran ratusan.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie geleng-geleng kepala.


“Saya heran. April lalu saat awal pandemi, saat sebaran Covid-19 masih ratusan per hari, kita disiplin jaga diri. Di rumah saha, jalanan sepi, kita antre beli masker, sabun tangan dan hand sanitiser,” ujarnya dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 5/9).

“Kini, September, positif Covid-19 bertambah 3.000 lebih dalam satu hari. Kita malah santai. Jalanan padat. Sudah lupa #dirumahaja. Sekarang masker dan hand sanitizer tersedia berlimpah. Malah banyak yang ogah pakai masker. Abai cuci tangan,” katanya lagi.

Di sisi lain, sambungnya, pemerintah getol membuka kembali bioskop, pusat perbelanjaan, dan berwacana membuka sekolah.

Di Jakarta, peraturan ganjil-genap diberlakukan lagi, yang mengindikasikan situasi sudah normal, sehingga anggota masyarakat terdorong menggunakan transportasi publik yang padat.

Alvin Lie mengingatkan, bahwa status penyebaran vorus corona baru atau SARS Cov-2 ini masih Bencana Nasional sesuai Keputusan Presiden 12/2020.

“Dengan sikap dan kondisi begini bagaimana kita akan mampu kalahkan Covid-19. Bgmn kita akhiri pandemi ini? Saya heran. Sungguh heran. Plus prihatin, khawatir, cemas,” demikian Alvin Lie masygul.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya