Berita

Prof Din Symasuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Tuntutan KAMI Jelas, Desak Pemerintah Utamakan Penyelamatan Rakyat Dari Covid-19 Ketimbang Perusahaan Besar

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 20:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memahami bahwa pandemik Covid-19 merupakan tanggungjawab bersama untuk menanggulanginya.

Hanya saja, Pemerintah selaku pemangku amanat rakyat dituntut berbuat lebih banyak dan serius. Antara lain dengan mengalokasikan dana memadai untuk Alat Pelindung Diri (APD), biaya Swab Test, bantuan pulsa gratis bagi siswa/mahasiswa yang harus belajar dari rumah hingga subsidi bagi Wong Cilik yang menganggur.

Deklarator/Presidium KAMI, Din Syamsuddin mengatakan, alih-alih memprioritaskan kepentingan rakyat secara umum, pemerintah justru mengalokasikan anggaran Covid-19 untuk membantu pengusaha besar hingga BUMN yang sudah merugi sejak sebelum pandemik.


"Dari anggaran sekitar Rp900 Triliun, hanya Rp 25,7 Triliun (yang disetujui) untuk penanggulangan Covid melalui Kemenkes. Porsi terbesar dari anggaran itu dialokasikan untuk membantu korporasi, BUMN, termasuk BPJS yang tidak berandil membantu pasien Covid-19," ujar Din Syamsuddin dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (3/9).

"Akibatnya, rakyat terpaksa membayar sendiri biaya Rapid Test dan Swab Test, termasuk nanti baru membayar biaya vaksin yang cukup mahal," imbuhnya.

Sejurus dengan itu, Din menilai pemerintah perlu memperbaiki manajemen penanggulangan Covid-19. Sehingga, kata dia, dapat menahan laju persebaran yang masih tinggi bahkan dinilai secara internasional terburuk keempat dari bawah.

"Gerakan Moral KAMI mendesak Pemerintah seyogyanya dari awal mengatasi masalah kesehatan duluan, dan stimulus ekonomi kemudian," tuturnya.

"Yang terjadi Pemerintah membantu perusahaan-perusahaan dengan dalih agar rakyat dapat bekerja untuk makan, sementara rakyat sudah menderita kesakitan dan banyak yang mengakhiri kehidupan," sambung mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.  

Atas dasar itu, Din menegaskan bahwa tuntutan KAMI kepada pemerintah sangat jelas. Pertama, pemerintah diminta mengutamakan penyelamatan rakyat dari Covid-19 daripada menyelamatkan perusahaan dari defisit.

"Kesehatan duluan, stimulus ekonomi kemudian," tegasnya.

Kedua, lanjut Din, KAMI mendesak pemerintah untuk meyelamatkan UMKM yang sedianya melibatkan banyak tenaga kerja daripada menyelamatkan perusahaan/pengusaha besar yang hanya ingin kaya dan semakin kaya.

Selanjutnya, pemerintah diminta memperhatikan tenaga kerja bangsa sendiri dari pada memanjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Republik Rakyat China.

"Mari berdiskusi atau berdebat tentang substansi. Menanggapi serangan terhadap pribadi dan pengalihan opini hanya merendahkan diri sendiri," demikian Din Syamsuddin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya