Berita

Sang Ibu saat diperiksa di Polres Malang/RMOLJatim

Nusantara

Viral, Ibu Pukuli Anak Pakai Selang Air Gara-gara Tak Sabar Ajari Anak Belajar Di Rumah

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 01:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beredar sebuah video berdurasi 2 menit lebih 16 detik yang memperlihatkan seorang ibu memukuli anak kandung menggunakan selang air di sebuah grup facebook media sosial (Medsos). Pasca video itu beredar dan menjadi viral, sang ibu kemudian diperiksa pihak oleh Polres Malang.

"Setelah video itu muncul, anggota kami langsung melakukan proses penyelidikan hingga pemeriksaan. Dan berikutnya kami akan melakukan pemanggilan dan akan menggelar pertemuan dengan perangkat desa dan didampingi dengan dinas perlindungan anak dan perempuan," ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (2/9)

Lebih lanjut, Hendri Umar mengatakan bahwa penyiksaan itu diduga dipicu saat proses belajar mengajar di rumah.


"Awalnya sang ibu sedang membelajari anaknya. Karena anaknya yang diajari berkali-kali tidak mengerti, akhirnya ibunya emosi. Ketika emosi itu, ibunya mengambil selang dan dipukulkan kepada sang anak. Bahkan ibunya sempat menggigit tangan sang anak," ungkap mantan Kasubbag Bungkol Spripim ini.

Adapun video yang viral tersebut direkam oleh tetangganya sendiri. Para tetangga datang ke rumah ibu dan anak tersebut lantaran mendengar suara keras dari dalam rumah.

"Karena ibunya saat memarahi anaknya itu, suaranya keras. Sehingga kondisi itu termonitor oleh tetangganya dan sempat divideo," terangnya.

Dari kasus tersebut, kepolisian belum bisa memastikan nantinya apakah nanti dilakukan proses hukum atau bisa ditempuh jalur lain.

"Sekarang masih ditangani. Entah nanti proses hukum berlaku ataukah ditempuh jalur lain. Hal itu karena banyak pertimbangan," lanjut pria asal kelahiran Solok, Sumatera Barat tersebut.

Ia melanjutkan, kondisi sang anak yang menjadi korban penyiksaan tersebut secara psikologis masih baik. Bahkan, sang anak menyadari bahwa dipukuli ibunya karena bersifat malas.

"Kondisi psikologis anak saat ini masih baik. Dan anak menyadari kalau dipukuli ibunya karena memiliki salah, yaitu suka malas-malasan. Bahkan anaknya saat ini sangat menyayangi ibunya," tegasnya.

Dari kejadian tersebut, Hendri mengimbau kepada orangtua bahwa dalam proses belajar mengajar di rumah karena pandemik Covid-19, orangtua harus banyak bersabar dalam menghadapi anak. Diharapkan, orangtua memiliki kiat-kiat khusus agar anak belajar di rumah nyaman. Meskipun orang tua bukan guru secara formal.

"Dalam proses belajar mengajar di rumah, orang tua harus banyak bersabar dan menyampingkan emosi. Dan jangan sampai melakukan kekerasan, karena anak harus dididik dengan baik, jangan sampai trauma," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya