Berita

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto bersama istri/Net

Politik

Airlangga Hartarto Minta Balitbang Golkar Ikut Mengkaji Visi Indonesia 2035

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 11:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengarahkan agar Balitbang Golkar ikut memberikan kontribusi pemikiran mengenai desain Indonesia 2025-2035.

Hal itu dikemukakannya ketika didaulat sebagai pembicara kunci dalam diskusi Balitbang Golkar bertajuk "75 Tahun Indonesia Merdeka: Peran Golkar dan Roadmap Indonesia Maju 2025-2035". Menurut Airlangga, 75 tahun Indonesia sekaligus adanya pandemik merupakan momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan masa depan.

"Peringatan 75 Tahun Indonesia Merdeka dalam suasana pandemik ini harus disadari oleh Golkar sebagai indikasi adanya perubahan. Kita harus mengikuti perkembangan zaman, bertransformasi dan tetap menjadi elemen yang berperan penting bagi perjalanan bangsa," kata Airlangga, Rabu (2/9).


Menko Perekonomian ini mengemukakan bahwa cepat beradaptasi terhadap zaman telah menjadi salah satu karakter Golkar. Dia sedikit mengulas perjalanan Golkar yang terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman sejak berdirinya Sekber Golkar hingga era Reformasi saat ini. Selain adaptif, Golkar tetap berpegang pada ide dasar mengenai pembangunan Indonesia melalui karya yang komprehensif di semua bidang. 

Menurut Airlangga, Balitbang Golkar sebagai think tank partai harus mewujudkan ide dasar dan karakter partai itu. Dalam konteks 75 tahun Indonesia merdeka dan pandemik ini, Balitbang harus menyadari perubahan yang dipercepat dan segera menyiapkan kerangka yang baik, bukan hanya di level partai tetapi juga level Indonesia.

Selain menghadirkan Ketua Umum sebagai pembicara kunci, diskusi Balitbang Golkar juga menghadirkan Dr. Tirta Hidayat sebagai salah satu narasumber utama. Senada dengan pernyataan Airlangga, Tirta juga menekankan perlunya Bangsa Indonesia untuk memegang sendiri kendali masa depan Indonesia.

"Sesuai dengan marwah kemerdekaan yang ditekankan oleh para pendiri bangsa, kita harus mendesain sendiri masa depan kita. Dengan itulah kedaulatan kita yang sebenarnya terwujud. Partai Golkar mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik," kata Tirta.

Tirta sendiri menegaskan bahwa Golkar harus mengkaji visi Indonesia 2035 dengan komprehensif. Berbagai bidang harus dipersiapkan dan diintegrasikan dengan baik sehingga kita bisa melakukan akselerasi pembangunan secara utuh. Menurutnya, kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci.

"Tiga hal yang harus sangat diperhatikan yaitu, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ketiganya merupakan tiga kunci yang melingkar (cyclical). Satu aspek menentukan aspek yang lain. Dalam masa bonus demografi dan akselerasi penggunaan teknologi, mewujudkan hal itu tentu akan menjadi tantangan sekaligus akan menciptakan peluang-peluang baru," tambah Tirta.

Diskusi yang dimoderatori oleh Sekretaris Balitbang, Andi Bahtiar Sirang tersebut kali ini memang mengambil tema yang lebih luas. 

Menurut Ketua Balitbang Golkar, Jerry Sambuaga, tema ini sengaja diambil sebagai salah satu bentuk refleksi sekaligus memperkuat kontribusi Golkar dalam mewujudkan visi Indonesia masa depan.

"Jadi kita tidak hanya ingin melakukan refleksi atas kemerdekaan Indonesia dan peran Golkar di masa lalu. Tetapi kita juga ingin mengajak semua pihak memandang ke depan, yaitu bahwa menjadi tugas kitalah untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita kemerdekaan," kata Jerry.

Menurut Jerry, Diskusi Balitbang sengaja diadakan secara terbuka agar masyarakat mengetahui bahwa sebagai partai politik, Golkar bukan hanya memikirkan sisi-sisi elektoral, tetapi benar-benar memberikan sumbangan intelektual dan kerja nyata bagi bangsa dan negara.

"Diskusi Balitbang dilakukan dua kali sebulan dan terbuka. Ini artinya kita adalah partai yang makin menjunjung tinggi transparansi dan intelektualitas. Dan semua itu didedikasikan untuk negara sebagai wujud tanggung jawab politik dan moral Partai Golkar," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya