Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Komnas PA Jangan Cuma Ributin Kata 'Anjay’, Tolong Fokus Ke Tayangan TV Tidak Ramah Anak

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Istilah “anjay” belakangan menjadi viral di media sosial. Hal itu dipicu oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang meminta kepada publik untuk menghentikan penggunaan kata tersebut.

Komnas PA beralasan, ungkapan “anjay” berpotensi mengandung unsur kekerasan. Bahkan, pengguna yang memakai kata ini dan dalam konteks berbahasa termasuk sebagai bentuk kekerasan verbal. Sehingga dapat dipidana berdasarkan UU 35/2014.

Menanggapi polemik ini, pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran menyatakan tidak salah jika Komnas PA menyoroti penggunaan kata “anjay” yang dinilai bisa mempengaruhi aksen komunikasi verbal anak.


"Namun Komnas PA seharusnya lebih fokus lagi pada tayangan televisi yang tidak ramah anak, karena menampilkan unsur kekerasan, adegan berbau seksual, merokok dan lain sebagainya," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (1/9).

Pelarangan penggunaan kata “anjay” ini pun menuai diskusi hangat di dunia maya. Bahkan sempat menjadi trending topic dan memenya bersliweran di jagat Twitter.

Polemik kata Anjay sendiri bermula dari YouTuber Lutfi Agizal yang mengadu ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurutnya, kata “anjay” berpotensi merusak moral bangsa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya