Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen/Net

Politik

Samuel F Silaen: Hukum Tumpul Tak Berdaya, Hati Pemerintah Mendua Dalam Menindak Penyebar Ideologi HTI

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 03:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketegasan pemerintah terhadap pelaku penyebar ideologi komunis dinilai tidak terlihat diterapkan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat langsung penyebaran paham atau ideologi speerti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen yang menilai ada ketidakadilan dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Hukum sepertinya tumpul dan tak berdaya! Soal adanya penyebaran ideologi lain di luar ideologi Pancasila sudah dipublikasikan berdasarkan riset/ penelitian yang disampaikan kepada publik. Namun kenyataannya, pemerintah seperti tak bisa berbuat apa-apa karena takut atau galau berhadapan dengan kekuatan politik pengusung, misalnya penyebar ideologi lain seperti HTI," ujar Silaen dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8).


Seyogyanya, kata dia, HTI sudah ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Namun perlakuannya beda dengan organisasi PKI saat ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Dalam hal PKI, jelasnya, pemerintah atau penegak hukum langsung menindak pelaku yang terlibat paham komunis yang dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

"Di sinilah dilema penegak hukum yang jelas terlihat bahwa institusi penegak hukum sepertinya mendua hati. Kenapa organisasi terlarang demikian masih bebas berkeliaran, unjuk gigi meski sudah tidak terang-terangan melakukan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," kritiknya.

Bila bangsa Indonesia tidak waspada sedini mungkin menjawab produk hukum diskriminatif yang dihasilkan, maka pengusung paham di luar Pancasila akan jadi bibit- bibit terjadinya badai perpecahan atau bahkan perang saudara sesama anak bangsa.

Terlebih, saat ini ia melihat kesadaran masyarakat untuk menjaga kemajemukan dan pluralisme mulai tergerus dan memudar. Padahal berdasarkan riset beberapa lembaga, hal ini akan menjadi bahaya besar di kemudian hari bila dibiarkan.

"Perlu diingat bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga Wahid institute dan Setara institute perlu diseriusi sebagai 'warning light' akan masa depan bangsa ini," tegas alumni Lemhanas Pemuda I 2009 itu.

Paham yang selalu dibenturkan oleh masing-masing oknum pengusung ideologi lain itu dinilainya hanya bagian mengambinghitamkan ideologi Pancasila. Menyalahkan liberalisme dan komunisme seolah-olah menjadi penyebab utama kerusakan dan kemungkaran yang terjadi di negeri ini.

"Ideologi Pancasila sebagai jalan tengah dalam membangun komitmen kebersamaan seluruh anak bangsa, jangan dirusak oleh keinginan/ syahwat segelintir orang yang tidak puas dengan hasrat politik yang diusungnya. Bahaya!," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya