Berita

Aktivis Buddha, Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Sungkharisma: Penutupan Klenteng Kwan Sing Bio Memalukan, Kapolri Harus Turun Tangan

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 01:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konflik berlarut dualisme kepengurusan di Klenteng Tri Dharma Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur yang berjalan satu bulan lebih hingga memicu pertikaian dengan saling gembok dinilai tak hanya merusak citra agama Buddha, melainkan sangat merugikan umat.

Sebab dengan adanya konflik tersebut, umat Buddha tak bisa lagi beribadah di tempat tersebut.

“Ini peristiwa yang memilukan sekaligus memalukan,” ujar aktivis Buddha, Lieus Sungkharisma kepada wartawan, Senin (31/8).


Ia menjelaskan, Dirjen Bimas Buddha Kemenag telah datang ke Klenteng Tri Dharma Kwan Sing Bio, Minggu (16/8) untuk melakukan mediasi dan membuka gembok. Namun mereka malah diusir oleh salah satu kelompok yang bersengketa.

“Ini sangat tidak terpuji dan sangat tidak mencerminkan ajaran dharma dalam agama Buddha,” kritik Lieus.

Lieus menuturkan, jika memang ada masalah hukum terkait kepengurusan Kelenteng tersebut, maka selesaikan lah secara hukum.

“Negara ini negara hukum. Kedua kubu harus berbesar hati menyelesaikan sengketa itu di ranah hukum. Jangan umat yang jadi korban,” ujar mantan Ketua Umum Gemabudhi ini.

Karena itu, Lieus mendorong agar Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Agama Buddha Kementerian Agama RI meminta bantuan Kapolri untuk membuka paksa tempat ibadah itu.

“Dengan demikian, sampai ada keputusan hukum tetap dari pengadilan, pelaksanaan ibadah di tempat itu harus dibawah pengawasan aparat kepolisian. Kita percayakan kepada pihak kepolisian sebagai pengayom masyarakat untuk menjaga agar pelaksanaan ibadah umat berjalan tertib dan aman,” katanya.

Lieus mengingatkan, Kelenteng Tri Dharma Kwan Sing Bio itu bukan milik satu dua orang, melainkan rumah ibadah milik bersama umat. Tidak boleh ada satu pihak pun yang merasa paling berkuasa atas tempat ibadah tersebut.

Klenteng Kwan Sing Bio Tuban ditutup paksa pada Selasa (28/7) oleh kepengurusan Tio Eng Bo atau Mardjojo sebagaimana diakui kuasa hukum Tio Eng Bo, Anam Warsito. Awal mula penggembokan klenteng tersebut diakui Anam karena pengurus kubu Tio Eng Bo dilarang melakukan doa bersama dan sembahyang di klenteng pada Jumat lalu (24/7).

Anam menyebutkan, saat itu pengurus dari kubu Alim Sugiantoro mengunci pintu masuk Klenteng. Setelah aksi penolakan itu, terpasang spanduk informasi larangan beraktivitas di Klenteng selama pandemik Covid-19.

Tak terima dengan perlakuan itu, kubu Tio Eng Bo sepakat menutup paksa pintu masuk klenteng karena mereka mengklaim sebagai pengurus klenteng yang sah.

Terlepas dari apapun sumber masalahnya, menurut Lieus upaya saling gembok rumah ibadah itu sungguh sangat tidak bijaksana. “Yang bertikai kan mereka para pengurus, kok malah umat yang jadi korban,” tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya