Berita

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti memperkenalkan tagline 'Dari Daerah Untuk Indonesia' di Riau/Istimewa

Politik

Pertama Kali, LaNyalla Kenalkan Tagline DPD "Dari Daerah Untuk Indonesia" Di Riau

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 23:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Untuk pertama kalinya tagline Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yakni 'Dari Daerah Untuk Indonesia' disampaikan di hadapan publik oleh Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti di Pekanbaru, Riau.

Tagline yang sejatinya akan dilaunching secara resmi pada peringatan ke-16 kelahiran DPD RI pada 1 Oktober mendatang tersebut disampaikan dalam acara ramah tamah dengan Gubernur dan Forkompinda Riau di Gedung Daerah Riau di Pekanbaru, Minggu (30/8).

Di hadapan Gubernur Riau Syamsuar dan Wakilnya Edi Nasution, LaNyalla mengatakan agar para senator di DPD RI semakin menjiwai tugas dan fungsinya sebagai wakil daerah.


“Jadi akan menjadi mindset kami semua, bahwa kami para senator wajib memperjuangkan kepentingan daerah dengan tujuan akhir, 'Daerah Maju, Indonesia Maju' dan 'Daerah Makmur, Indonesia Makmur',” ujar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta Gubernur Syamsuar untuk berkomunikasi secara intensif dengan empat senator asal Riau yang juga hadir dalam pertemuan itu. Masing-masing Instiawati Ayus, Edwin Pratama Putra, Dr Misharti dan Muhammad Gazali Lc.

“Mereka ini harus menjadi ujung tombak untuk Riau. Karena itu saya minta Pak Gubernur untuk aktif berkoordinasi dengan mereka. Insya Allah persoalan-persoalan yang dihadapi Riau dapat kita urai satu per satu,” ungkapnya. 

Dijelaskan, sudah menjadi tekad DPD RI di periode ini untuk berusaha secara cepat dan tanggap membawa persoalan di daerah ke pusat, untuk mendapat perhatian dan penyelesaian dari eksekutif. Terutama hari ini di mana Riau dan semua provinsi di Indonesia merasakan pelambatan dan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemik Covid-19.

Namun di tengah badai Covid-19, mantan ketua umum Kadin Jawa Timur itu memuji roadmap yang ditempuh Pemprov Riau dengan menyiapkan lahan puluhan ribu hektare untuk program ketahanan pangan dan cadangan strategis pangan, yang didukung Kementan dan Kemenhan. Selain juga inventarisasi lahan-lahan eks perusahaan (HPH dan HGU) untuk pengembangan tanaman padi dan jagung.

“Dan saya juga berterima kasih, teman-teman pengusaha di Kadin Provinsi Riau yang telah merintis, mengembangkan, dan memperkuat industri hilir komoditas kelapa di Tembilahan, dengan output minyak kelapa dan turunannya. Ini juga sudah benar karena terus terang, sektor yang masih bisa tumbuh saat ini adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan,” urainya.

LaNyalla juga menyinggung hasil riset LIPI tentang dunia usaha di 34 provinsi yang menyebutkan 57,1 persen usahanya tetap berjalan, namun mengalami penurunan pendapatan. Sementara 39,4 persen berhenti total.

“Artinya harus ada langkah extraordinary dari pemerintah daerah dengan berpikir out of the box. Dan kalangan dunia usaha juga harus mengubah model bisnisnya," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya