Berita

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan/RMOL

Nusantara

Demi Keselamatan, Politikus Golkar Minta Pemprov DKI Urungkan Niat Gunakan Jalan Tol Untuk Pesepeda

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 19:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana Pemprov DKI Jakarta yang ingin menggunakan ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat untuk jalur sepeda dikritik Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta.

"Ini kan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jalanan ya harus diperuntukan bagi kendaraan melintas. Begitu juga jalan tol," ujar Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

Menurutnya, keberadaan sepeda di jalan tol sangat beresiko mengingat banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ditambah lagi hanya dibatasi dengan pembatas berupa cone.


Judistira pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dia juga menyarankan apabila Pemprov DKI ingin menyediakan jalur sepeda tambahan maka bisa memanfaatkan jalan raya non tol.

"Bisa pakai jalan non tol misal di Karet atau di Antasari. Selain menghindari dari bahaya, dengan menggunakan jalan non tol tidak mengganggu kendaraan yang mengangkut logistik," pungkasnya.

Diketahui, Pemprov DKI sedang mengajukan izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait penambahan jalur sepeda di ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat, guna mengakomodir pesepeda setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa rencana tersebut masih dalam pembahasan.

"Itungan kami sementara (panjangnya) sekitar 10 sampai 12 kilometer. Jadi itu akan digunakan menjadi dua arah dan tetap pelaksanaannya pun menunggu surat izin dari pak menteri," jelas Syafrin beberapa waktu lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya