Berita

Bakal Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo/Net

Politik

Masih Berubah-ubah, Rahayu Minta KPU Beri Kepastian Aturan Kampanye Di Tengah Pandemik

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dalam situasi pandemik Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diminta memberikan kepastian terkait jumlah masyarakat yang diperbolehkan menghadiri rapat umum saat kampanye Pilkada 2020.

Demikian disampaikan Bacalon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam sebuah webinar, Jumat (28/8).

Menurut putri Hashim Djojohadikusumo itu, belum ada aturan pasti mengenai berapa jumlah kapasitas masyarakat yang dibolehkan hadir saat kampanye. Mulai dari hanya diperbolehkan 20 orang, 50 orang, sampai terakhir tidak terbatas asal dapat menjaga jarak dan menerapkan protokol Covid-19.


"Mohon juga kepada Pak Dewa Raka Sandi (Komisioner KPU) bisa memberikan kepastian karena kami pun belum mendapatkan jumlah yang pasti karena kemarin pun di KPUD masih berubah-ubah," terang Saraswati dilansir Kantor Berita RMOLBanten.

Sarawati melanjutkan, apabila harus melangsungkan kampanye secara langsung di tengah pandemik, protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Namun ia tak memungkiri bila di sisi lain, hal itu justru mendapat anggapan kurang baik dari masyarakat.

Saraswati mencontohkan dengan mengikuti protokol Covid-19, menjaga jarak, tidak berjabat tangan di kalangan masyarakat dianggap sombong.

"Kalau kami mau membatasi dengan 20 orang juga dikatakan sombong. Dan kalau misalnya yang datang itu 100 orang apakah kami harus menolak untuk mereka tidak boleh masuk? Hal seperti ini yang memang agak sulit," terang Saraswati.

Buat Saraswati, untuk tipologi Kota Tangsel cukup mudah melakukan kampanye karena bisa secara virtual. Mayoritas masyarakat Tangerang Selatan sudah melek teknologi dan menggunakan media sosial. Sehingga kampanye daring juga menjadi salah satu strategi paslon Muhammad-Saraswati dalam menggaet dukungan.

"Tentunya di Tangerang Selatan cukup beruntung ya, karena pengguna media sosial di Tangsel itu cukup tinggi. Sedangkan untuk wilayah-wilayah lain mungkin itu tidak bisa dilakukan dengan intensitas yang sama," demikian Saraswati.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya