Berita

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim/Net

Politik

Realokasi Dana POP, Wakil Rakyat: Menteri Nadiem Secara Halus Mengakui Kesalahan

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 03:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dana Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk para pekerja seni yang direalokasikan ke pelaku pendidikan untuk pembelajaran jarak jauh mencerminkan ada kesalahan dalam program yang dikeluarkan Mendikbud, Nadiem Makarim.

“Secara halus (Menteri Nadiem) mengakui kesalahan,” kata Anggota Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (28/8).

Namun pada dasarnya, ia mengapresiasi keputusan Mendikbud yang merealokasikan dana POP sudah dalam koridor yang benar. Walaupun di awal kemunculan program tersebut sangat kontroversial.


"Memang lebih baik anggaran POP yang besar itu bisa dimanfaatkan ke pendidikan. Karena saat ini dunia pendidikan menemui banyak kendala dalam pelaksanaanya,” jelas Abdul Hadi.

Abdul Hadi menerima informasi bila saat ini sudah ada edaran bagi semua kepala sekolah untuk mendata nomor peserta didik dan pendidik untuk diserahkan ke Kemendikbud. Ia menilai langkah itu sudah benar tapi terlalu fokus pada bantuan untuk pulsa internet saja.

“Harusnya melihat juga dari sisi gawai dan jaringan sinyal,” imbuhnya.

Gus Ahad, sapaan Abdul Hadi, mengingatkan, kebijakan Menteri Pendidikan itu baru menyentuh sebagian kecil masalah pendidikan di masa pandemik. Ia berharap Kemendikbud bersinergi dengan kementrian lain agar lebih banyak permasalahan bisa diselesaikan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya