Berita

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar/Repro

Politik

Musni Umar: Influencer Tidak Bermanfaat Dan Hanya Habiskan Uang!

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 18:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jasa influencer seperti mendapatkan angin di tengah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Pemerintah secara khusus menyiapkan dana puluhan miliar rupiah untuk membayar jasa influencer demi mendongkrak 'pesona' pemerintahan.

Menanggapi fenomena ini, sosiolog senior Musni Umar mengatakan, kehadiran influencer hanya merusak demokrasi dan tidak memiliki manfaat sama sekali.

"Masyarakat akan melihat dan membandingkan, yang dikatakan dengan kenyataan. Mereka (influencer) tidak bermanfaat dan menghabiskan uang," ujarnya saat menjadi narasumber dalam diskusi virtual bertema 'Merumuskan Presiden Pilihan Rakyat' yang dipandu Pemimpin Redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Ruslan Tambak, Kamis (27/8).


Selain itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu mengatakan, influencer justru menciptakan perpecahan di masyarakat, karena kerap melontarkan  sesuatu yang berbau serangan maupun sindiran.

"Dulu ada Pak Harmoko yang selalu menginformasikan kebijakan pemerintah dengan berkeliling nusantara, tidak perlu influencer. Sekarangkan pun ada Kominfo. Jadi ngapain nyewa buzzer, mubazir," tegasnya.

Untuk diketahui, menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), pemerintah telah menghabiskan Rp 90,45 miliar untuk aktivitas digital yang melibatkan jasa influencer.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya