Berita

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menerima audiensi serta menerima SK salah satu pihak yang mengklaim sebagai caretaker Ketua DPD KNPI DKI Jakarta/Net

Politik

DPP KNPI Sesalkan Ahmad Riza Patria Terima SK Caretaker Sempalan KNPI DKI Jakarta

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 20:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keputusan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menerima audiensi serta menerima SK salah satu pihak yang mengklaim sebagai caretaker Ketua DPD KNPI DKI Jakarta Ichwanul Muslimin berbuntut penolakan.

Pasalnya beberapa pihak menganggap tidak pernah ada caretaker Ichwanul Muslimin, apalagi yang mengklaim adalah salah satu kubu KNPI versi Noer Fajriansyah atau Fajri.

Rasminto, salah satu Ketua DPP KNPI menganggap keputusan Wagub DKI menerima klaim caretaker KNPI versi Fajri adalah cerminan kurangnya sensitifitas dalam melihat kondisi kepemudaan di Jakarta saat ini.


"Ini menunjukkan ketidakmampuan wagub untuk menyatukan pemuda DKI Jakarta. Seharusnya wagub bisa lebih sensitif dan tidak memperkeruh situasi dengan menerima SK caretaker untuk KNPI DKI Jakarta," ujar Rasminto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/8).

Lebih lanjut, Rasminto mengungkapkan, seluruh DPD II KNPI Kota se DKI Jakarta serta pengurus DPD KNPI DKI Jakarta sudah solid menolak adanya caretaker versi Fajri.

"Seluruh unsur DPD KNPI Kota se Jakarta dan pengurus DPD KNPI DKI Jakarta tegas menolak adanya carataker versi KNPI Fajri di DKI Jakarta," katanya.

Menurutnya, caretaker versi KNPI Fajri hanya menambah benih-benih perpecahan kepemudaan di DKI Jakarta.

"Anehnya, kenapa Wagub DKI Jakarta yang notabene adalah eks aktivis KNPI justru memfasilitasi careteker tersebut," sesalnya.

"Jangan sampai muncul kesan ini Wagub DKI Jakarta tidak faham tentang merawat keharmonisan pemuda di DKI Jakarta," pungkas Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Jakarta Timur itu.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya