Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP Gelombang II/Istimewa

Politik

Megawati: Bung Karno, Saya Dan Pak Jokowi Dituduh Komunis, Nalarnya Di Mana?

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 19:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tudingan komunis yang kerap dilontarkan baik kepada Soekarno, Jokowi hingga kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat Ketua Umum PDIP, Megawati geleng-geleng.

Sebab menurut Mega, selama ini Pancasila adalah pijakan utama partai dalam berpolitik. PDIP sendiri adalah partai nasionalis.

"Pancasila itu lah tempat kita berpijak untuk politik. Kita ini partai nasionalis. Semua inspirasinya datang dari proklamator kita yang orang boleh saja tak senang, malah Bung Karno pernah sementara waktu dibilang komunis, saya anaknya dibilang komunis, saya kalem saja. Lho aneh kan," kata Megawati dalam pidatonya di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP Gelombang II, yang dilaksanakan secara daring, Rabu (26/8).


Ia kemudian menceritakan perjalanan politiknya sebelum akhirnya menjadi presiden republik Indonesia yang dilantik pada 23 Juli 2001. Diceritakan Mega, dirinya pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode. Ia kemudian dipercaya untuk menduduki kursi Wakil Presiden di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Bila benar ia seorang PKI, maka akan mustahil beragam jabatan politik tersebut bisa diduduki anak kedua Bung Karno ini.

"Saya pertama kali jadi (anggota DPR) itu zaman Pak Harto. Jadi saya kena screening tentara. Kenapa saya bisa lewat (lolos)? Jadi entengnya yang screening saya itu dong yang PKI kalau saya PKI, karena dia yang meloloskan, bukan saya minta. Kedua, kok saya bisa jadi wapres? Setelah jadi wapres, kok saya bisa jadi presiden?" urai Megawati.

"Tapi orang yang enggak senang selalu bilang saya ini PKI. Pak Jokowi dibilang PKI. Nalarnya itu ke mana?" tambahnya.

Megawati mengatakan bahwa sebagai presiden kelima, sama seperti Presiden Jokowi, dirinya memiliki bintang tanda pangkat khusus.

"Jadi ngomong itu hati-hati. Mulut itu pikiran anda. Bayangkan. Pak Jokowi dipaksa harus mundur. Loh saya sampai mikir, siapa yang milih dia (Jokowi) terus ada orang bilang suruh mundur. Padahal mekanismenya sangat jelas presiden itu dipilih oleh rakyat. Itu gambaran pelajaran politik," pungkas Megawati.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya