Berita

Potongan video Said Aqil Siradj yang viral di media sosial/Net

Politik

Soal Amplop Cokelat, Gus Nabil: Itu Bisyaroh Dari Ketua PCNU Kota Medan

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 19:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Video yang memperlihatkan pemberian amplop berwarna cokelat kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj yang diunggah akun Twitter @_KingPurwa direspons Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, Muchamad Nabil Haroen.

Gus Nabil menjelaskan, orang yang memberikan amplop tersebut adalah Ketua PCNU Kota Meda bernama Burhan. Kala itu, Burhan datang mengunjungi KH. Said Aqil Siradj dan membicarakan berbagai hal, salah satunya membahas soal keumatan.

“Jadi pada waktu itu, ada Ketua PCNU Kota Medan namanya Pak Burhan, kemudian di situ sebagaimana layaknya santri dan kiai kemudian pengurus NU dan PBNU, tentunya membicarakan soal ke-NU-an, kemudian berbicara hal-hal yang lain,” kata Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/8).


Setelah pertemuan tersebut, sebagai rasa takzim Burhan kepada KH Said Aqil Siradj, Burhan lantas memberikan hadiah kepada sang kiai namun ditolak.

“Di akhir pertemuan sebagaimana layaknya tradisi santri kepada kiainya adalah memberikan hadiah atau bisyaroh kalau dalam bahasa arabnya. Itu sudah sangat lazim,” katanya.

“Jadi yang memberi hadiah atau bisyaroh itu Pak Burhan, Ketua PCNU Kota Medan Sumatera Utara. Nah kemudian beliau (KH Said) menolak,” jelasnya.

Pihaknya pun tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum bila memang beredarnya video tersebut mengandung unsur fitnah.

"kami akan mempertimbangkan langkah-langkah hukum jika dirasa perlu,” demikian Gus Nabil.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya