Berita

Ilustrasi

Nusantara

Inovasi Keanekaragaman Hayati Indonesia Modal Besar Dalam Industri Pangan Nasional

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 19:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keanekaragaman hayati menjadi modal besar dalam mendukung komoditas pangan di Indonesia untuk tumbuh besar bahkan mendunia.

Untuk itu diperlukan inovasi agar potensi pangan lokal ini menjadi bisnis besar dan menjanjikan di era digital ini.

Pesan tersebut menjadi pembahasan dalam webinar #FutureFoodDay yang digelar Accelerice dengan tema "Inovasikan Pangan Indonesia Untuk Menghasilkan FoodTech Start-ups Yang Inovatif dan Disruptif Dengan Memanfaatkan Komoditas Pangan Lokal Indonesia", pada Senin (24/8).


Sebagai pusat pengembangan bisnis makanan pertama di Indonesia, Accelerice menghadirkan pembicara seperti Presiden Codex Alimentarius Commission, Prof. F. G. Winarno; Chef William Wongso; Direktur Smesco, Leonard Theosabrata, dan dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Jerry Sambuaga.

Dalam kesempatan itu, Ravindra Airlangga, ambassador of scholars Indonesia di bagian Food Technology menyatakan, pentingnya inovasi dalam pengembangan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan nasional.  

“Inovasi di bidang pangan selama ini kurang diperhatikan, meskipun tak kalah pentingnya dengan inovasi di bidang informatika," kata Ravindra yang juga  menjadi salah moderator webinar tersebut.

"Accelerice saya lihat menghadirkan wadah bagi golongan inovator pangan untuk mewujudkan karya mereka guna menyelesaikan persoalan genting seperti stunting atau produksi berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Dikatakan Prof. Winarno, yang juga salah satu ahli pangan nasional, luas Indonesia sendiri hanya 1,5 persen daratan di dunia. Namun Indonesia memiliki 17 persen dari keanekaragaman hayati yang ada di dunia.

“Kekayaan plasma nutfah Indonesia itu sangat besar, namun belum bisa kita nikmati karena banyaknya alasan. Untuk itu perlu adanya banyak badan riset agar itu bisa diberdayakan untuk kemakmuran bangsa,” katanya.

Plasma Nutfah Indonesia, menurut Winarno sangat penting untuk terus dipertahankan.

“Bumbu-bumbu lokal itu sudah tumbuh dengan lingkungannya sendiri, maka biarlah di sana rempah-rempah itu menjadi kekayaan lokal masing-masing,” ujarnya.

Walaupun, lanjutnya, kondisi ini memang sulit jika kemudian ada tujuan mewujudkan kuliner Indonesia dengan satu rasa.

“Biarlah kuliner lokal itu tumbuh dengan ciri khasnya masing-masing. Local wisdom ini jauh lebih penting,” ungkapnya.

Pasalnya, lewat kekayaan hayati lokal, terutama rempah-rempah ini Indonesia pernah menjadi terkenal dan incaran banyak negara, terutama dari Eropa.

Jika kaum milenial saat ini mampu mengembalikan kejayaan seperti masa lalu, maka rempah dan pangan lokal ini bisa kembali mendunia seperti dulu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya