Berita

Gedung Kejaksaan Agung terbakar/Net

Hukum

Kebakaran Gedung Jangan Surutkan Langkah Kejagung Ungkap Kasus Jaksa Pinangki

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Insiden kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakibatkan munculnya banyak spekulasi yang menghiasi dunia maya.

Tidak sedikit masyarakat di media sosial yang berspekulasi insiden kebakaran gedung Kejagung untuk menutupi kasus-kasus besar yang tengah ditangani Kejagung.

Apalagi baru-baru ini, publik sedang menyoroti kasus Djoko Tjandra yang juga melibatkan oknum jaksa yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.


“Penyelidikan forensik perlu segera dilakukan secara transparan oleh penyelidik independen, mengingat status gedung tersebut digunakan untuk banyak menyimpan informasi penegakan hukum dari masa lalu hingga saat ini," ujar Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/8).

Penyelidikan forensik, kata Satyo, sangat diperlukan untuk menjawab dugaan sabotase pada gedung yang terbakar sejak Sabtu (22/8) malam hingga Minggu (23/8) pagi itu. Sebab, 20 tahun lalu gedung bundar Kejagung pernah jadi sasaran teror berupa ledakan.

“Forensik juga harus menjelaskan jika terdapat malfungsi dari SOP pengamanan, sabotase maupun skenario pengamanan dari potensi bencana, agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang,” jelasnya.

Namun demikian, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jaringan Aktivitas Pro Demokrasi (ProDEM) ini berharap peristiwa kebakaran tersebut tidak menyurutkan langkah Jaksa Agung dalam mengungkap kasus-kasus besar yang tengah ditangani.

"Seperti contohnya kasus Jiwasraya, kasus Novel Baswedan, dan kasus Jaksa Pinangki. Termasuk membongkar siapapun Jaksa lain yang terlibat dalam kasus kaburnya Djoko Tjandra," kata Satyo.

Di sisi lain, terlepas dari banyaknya spekulasi yang melatarbelakangi peristiwa kebakaran tersebut, Satyo menilai bahwa gedung Kejagung memang sudah tidak layak difungsikan sebagai Kantor Utama Kejagung. Mengingat, lokasi dan sudah lama usia gedung tersebut yang juga sedikit dilakukan renovasi.

"Sementara setelah berpuluh tahun tentunya bertambahnya jumlah jaksa baru dan penanganan kasus-kasus besar dan perlu keamanan maksimal mungkin saja gedung tersebut fungsi sebenarnya sudah tidak sesuai lagi dari segi fasilitas dan keamanan untuk penanganan perkara, sebab alasan perkembangan situasi dan kondisi yang ada saat ini," pungkas Satyo.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya