Berita

WIGET 16

Nusantara

Pesawat Ampibi Buatan Putra Maros Rampung Akhir Bulan Ini

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 22:06 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Bila tidak ada aral melintang, WIGET 16 Reborn of Phinisi, akan rampung akhir bulan ini. WIGET 16 adalah nama yang diberikan untuk pesawat terbang yang sedang dibangun seorang purnawirawan polisi, Aiptu (Purn) Sulkarnain, asal Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat itu telah diuji coba hari Rabu lalu (19/8) di perairan utara Jakarta.

“Alhamdulillah, hasilnya bagus, tidak ada cacat dan siap untuk diuji terbang. Ini tanda-tanda keberhasilan,” kata pria berusia 62 tahun ini seperti dikutip ZonaTerbang.Com dari Pinisi.co.id.


WIGET 16 dikerjakan sejak awal Desember 2019 lalu di Galangan Kapal Cilincing, Jakarta Utara. Sulkarnain berharap, di akhir Agustus ini pesawat buatannya itu bisa rampung.

Dalam pembuatan pesawat ini, Sulkarnain dibantu Mahfud (42) yang juga berasal Maros. Mahfud memiliki pengalaman di bidang aeronatika dari Korea Selatan dan Jerman.

Juga disebutkan, Mahfud pernah membuat pesawat terbang ampibi berkapasitas 10 orang untuk sebuah negara di ASEAN.  

Sesungguhnya adalah Mahfud yang memiliki obsesi untuk membuat pesawat terbang di Indonesia. Adapun Sulkarnain yang juga Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) periode 2014-2019.

“Ini sebuah gerakan anak bangsa untuk kemajuan, dan akan mengangkat nama Indonesia, bahwa kita pun nampu menciptakan pesawat terbang,” ujar Sulkarnain.

Pesawat yang dapat terbang di laut ini biaya pembuatannya mencapai Rp 20 miliar.

“Pesawat ini kapasitas 50 orang penumpang, bagasi 15 kilogram per-orang, terbang 12 meter di atas permukaan laut, dengan kecepatan 250 kilometer per jam,” jelas Sulkarnain dalam berita itu lagi.

Disebutkan bahwa Kementerian Kesehatan berminat memesan pesawat ampibi ini untuk difungsikan sebagai ambulans.

“Dengan menggunakan kapal pesawat ini pasien bisa lebih cepat dilarikan ke rumah sakit, terutama di daerah pesisir dan pulau  terpencil, yang kalau menggunakan kapal laut makan waktu lebih lama, juga berguna untuk menngatasi kecelakaan di laut,” demikian Sulkarnain.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya