Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto/Net

Politik

DPR Geram Anggaran Influencer Dan Riset Vaksin Seperti Bumi Dan Langit

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 17:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Temuan penggunaan anggaran untuk influencer yang mencapai Rp 90 miliar di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo membuat geram anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto.

Sebab besaran uang tersebut dinilai tak sebanding dengan dana untuk melakukan riset vaksin Covid-19 sebesar Rp 5 miliar.

Soal dana riset vaksin, politisi PKS ini juga menyinggung pidato Jokowi saat sidang MPR 2020 yang menyebut telah mengalokasikan anggaran Rp 25 triliun untuk pembelian vaksin dan alat kesehatan.


“Dibanding total anggaran yang besar itu, alokasi untuk keperluan riset vaksin hanya Rp 5 miliar, sungguh seperti bumi dan langit," ucap Mulyanto lewat keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/8).

Dia menambahkan, pemerintah perlu mengkaji ulang dalam membelanjakan anggaran untuk mengimpor vaksin. Sebaiknya, kata dia, anggaran yang besar itu dipakai untuk membiayai riset vaksin Merah Putih secara lebih serius.

Mulyanto prihatin dengan tantangan yang dihadapi para peneliti. Di satu sisi, peneliti diminta bekerja cepat menemukan vaksin Covid-19, tapi di sisi lain pemerintah tidak menyediakan anggaran yang cukup.

Mulyanto menceritakan, dalam salah satu kesempatan rapat dengar pendapat, Kepala LBM Eijkmen mentayakan bahwa anggaran penelitian yang dialokasikan sangat kecil. Ibarat kran air, yang keluar hanya tetesan.

“Ini perlu mendapat perhatian Presiden Jokowi agar kita tidak sekadar menjadi negara pengguna dan pembeli, tetapi mari kita dorong Indonesia menjadi negara pembuat. Kita bisa kalau kita mau,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya