Berita

Gedung DPR/Net

Politik

Beredar Sebaran KAMI Geruduk Gedung DPR Pekan Depan

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 10:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

KAMI bersama seluruh rakyat Indonesia akan bersama-sama menggeruduk gedung DPR, Senayan, Jakarta pada pekan depan, Jumat (28/8).

Begitu bunyi selebaran yang diterima redaksi dalam sebuah pesan di WhatsApp.

Namun demikian, KAMI di sini bukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang dideklarasikan pada Selasa (18/8) kemarin, melainkan singkatan dari Komite Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).


Dalam sebaran tersebut tertera seruan untuk mengembalikan moral bangsa, dan juga kembali kepada nilai bangsa yang tertera dalam UUD 1945.

“Kembalikan kiblat bangsa. Kembalikan UUD 45. Makzulkan atau mati,” bunyi kalimat awal sebaran tersebut.

Diuraikan dalam pesan ini bahwa KAMI telah melakukan kajian dan diskusi mengenai permasalahan bangsa di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Simpulannya, mereka menganggap era Jokowi sangat memprihatinkan terlebih dalam penanganan pandemik Covid-19 ini.

“Krisis rezim Jokowi menonjol di semua dimensi, apalagi dimensi ekonomi yang sangat krisis! Di sini kami menilai bahwa presiden Jokowi tidak mampu membawa bangsa Indonesia yang besar ini,” bunyi seruan itu.

KAMI juga menilai bahwa rezim yang paling gagal setelah reformasi adalah rezim Jokowi. Mereka mendesak agar mantan walikota Solo itu segera membuat pengakuan atas ketidakmampuan dalam memimpin, sebelum terjadi hal yang lebih buruk dan lebih besar terhadap bangsa Indonesia.

“Komite Aksi Mahasiswa Indonesia menginginkan Jokowi sadar dan berjiwa besar untuk memundurkan diri sebagai presiden karena itulah negarawan sejati, jika tidak mampu membawa bangsanya kepada yang lebih baik,” lanjut sebaran ini.

Adapun tuntutan KAMI dalam seruannya ini, terdapat lima poin. Pertama mendesak MPR dan DPR RI segera berpikir menuju sidang istimewa jilid II sebelum negeri ini hancur lebur.

Kedua, kembali kepada UUD 45, kemudian menolak Omnibus Law RUU Ciptaker. Selanjutnya, menolak RUU HIP dan RUU BPIP. Terakhir, mereka menolak politik dinasti.

“Desakan ini KAMI sampaikan dengan penuh seksama dan kajian yang didasari dengan cinta NKRI tanpa rezim gagal,” demikian sebaran tersebut.

Kantor Berita Politik RMOL sudah mencoba menghubungi nomor inisiator aksi atau penanggung jawab aksi Muhammad Nurdin selaku Sekertaris Jenderal KAMI, yang tertera dalam sebaran tersebut. Namun sudah beberapa kali ditelepon, yang bersangkutan tidak mengangkat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya