Berita

Peneliti memproyeksikan 40 persen orang di India akan terinfeksi virus corona baru pada akhir tahun ini/Net

Kesehatan

Peneliti: 40 Persen Orang India Akan Terpapar Covid-19 Pada Akhir Tahun Ini

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 09:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona baru atau SARS-CoV di India sudah menyebar jauh lebih parah dari perkiraan pemerintah apalagi data resmi yang dikonfirmasi.

Kepala laboratorium swasra Thyrocare, Dr. A Velumani mengatakan setidaknya satu dari empat orang di India kemungkinan telah terinfeksi virus corona, jumlah yang jauh lebih tinggi daripada angka resmi dari pemerintah.

Dr. A. Velumani mengatakan dari analisis terhadap 270 ribu tes antibodi yang dilakukan oleh di seluruh India, muncul adanya antibodi pada rata-rata 26 persen orang. Artinya, mereka sudah terpapar virus corona.


“Ini adalah persentase yang jauh lebih tinggi dari yang kami perkirakan. Kehadiran antibodi seragam di semua kelompok umur, termasuk anak-anak, ” kata Velumani kepada Reuters, Kamis (20/8).

Temuan Thyrocare sejalan dengan survei pemerintah yang dilakukan di kota-kota India seperti Mumbai, yang menunjukkan bahwa 57 persen populasi di daerah kumuh yang padat telah terpapar virus corona.

Survei Thyrocare dilakukan terhadap 270 ribu orang di 600 kota di India selama tujuh pekan terakhir.

Ia mengatakan, jika tren saat ini berlanjut, persentase populasi India yang memiliki antibodi dapat mencapai 40 persen sebelum akhir Desember.

Pada Rabu, India melaporkan lebih dari 64 ribu kasus baru Covid-19 dalam sehari, dengan lebih dari seribu kematian untuk periode yang sama.

Data dari Worldometer menunjukkan, saat ini India memiliki lebih dari 2,8 juta kasus Covid-19 atau tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Brasil. Angka kematian di India saat ini sudah mencapai hampir 54 ribu. Namun, angka kesembuhan sudah hampir mencapai 2,1 juta atau lebih dari tiga per empat total kasus.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya