Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana/Net

Politik

Sri Meliyana: Perempuan Bisa Jadi Energi Pembangunan Indonesia

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 02:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perempuan harus terus bersemangat memberdayakan diri sendiri, mengasah wawasan, berinovasi dan menumbuhkan keterampilan untuk berpartisipasi membangun dan mengharumkan nama Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana menyebutkan, perempuan Indonesia memiliki potensi yang sama dengan laki-laki untuk membangun negara ini.  Hal ini jika dilihat dari jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2020 terdiri 135 juta lebih laki-laki dan 132 juta lebih perempuan.

”Berarti hampir sama banyaknya, hampir sama kuat jika dilihat sebagai suatu potensi. Bayangkan ada 132 juta lebih perempuan yang berada diantara laki-laki untuk memperkuat Indonesia saat ini,” ujar Sri saat menjadi narasumber diskusi virtual bertajuk ”Refleksi Kemerdekaan Indonesia, Sudah Merdekakah Perempuan Indonesia Hari Ini?”, Rabu (19/8).


Hadir sebagai narasumber lain pada diskusi ini adalah staf khusus bidang Hukum Presiden Dini Purwono, Komisioner Komnas Perempuan Satyawanti Mahsudi dan anggota DPD RI Jialyka Maharani. Diskusi diinisiasi Sri Kanda DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).

Menurut Sri, dari sekian banyak jumlah perempuan itu sebaiknya harus dijadikan kekuatan dan energi baru dalam membangun negara yang kaya akan sumber daya alam ini.

Perempuan tidak boleh dikekang, disepelekan, dikerdilkan dan dimarjinalkan. Sebaliknya, perempuan harus diberdayakan dan diberi ruang untuk berpartisipasi dalam segala hal dalam pembangunan negara ini.

”Apabila 132 juta lebih perempuan diberdayakan, maka Indonesia akan menjadi luar biasa. Seandainya satu keluarga mempunyai empat anak, dua diantaranya laki-laki, dua perempuan dan keluarga itu ditanya hari ini mengangkat semua anak-anak anda maka semua akan menjawab laki-laki dan perempuan punya kesempatan yang sama," katanya.

"Itulah bayangan kita tentang penduduk Indonesia. Perempuan dan laki-laki hampir sama banyak. Jika dua kekuatan itu bersatu saya yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang besar suatu hari nanti dengan kemerdekaan seluruh Indonesia Raya,” imbuhnya.

Politisi Partai Gerindra menegskan bahwa kaum perempuan tidak boleh dinomor duakan. Laki-laki harus menghargai harkat, martabat dan peran perempuan. 

Bagi dia, kerjasama antara laki-laki dan perempuan juga harus terus diperkuat. Tidak boleh ada pandangan yang meremehkan perempuan.

”Perempuan dan laki-laki harus saling mengisi, saling menghargai. Tidak indah dunia ini tanpa perempuan. Begitu juga bagi perempuan tidak indah dunia tanpa laki-laki,” pungkasnya. 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya