Berita

Politisi PKB, Abdul Kadir Karding/Net

Politik

Semprot Karding Soal KAMI, Jansen Sitindaon: Seranglah Idenya, Bukan Orang Atau Lembaganya

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 19:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritikan yang disampaikan politisi PKB, Abdul Kadir Karding kepada gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mengaitkan dengan Pilpres 2019 dinilai tak relevan.

"Rindu Pilpres lagi ya mas? Masak Pilpres yang sudah selesai masih dikait-kaitkan. Prabowo yang kalah saja sudah gabung pemerintah, jadi tak relevan pernyataan ini," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindon merespons pernyataan Karding, Rabu (19/8).

Menurut politisi muda Partai Demokrat ini, seharusnya apa yang menjadi tuntutan KAMI dijawab oleh pemerintah, bukan malah mengkritik orang-perorang yang tergabung dalam KAMI.


"Lebih baik jawab dibanding terus membusukkan KAMI-nya. Seranglah idenya, bukan orang atau lembaganya!" tutup Jansen di akun Twitternya.

Abdul Kadir Karding sebelumnya menyebut tokoh-tokoh yang ada di dalam organisasi penggerak untuk menyelamatkan Indonesia itu merupakan barisan sakit hati yang kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 silam.

"Pendeklarasian KAMI dapat dimaknai sebagai koalisi orang-orang yang kalah dalam Pilpres. Karena kalau melihat daftar nama sebagian besar adalah orang-orang yang kecewa ketika Pilpres terdahulu. Ini artinya lanjutan. Lanjutan karena jagonya kalah," kata Karding Selasa kemarin (18/8).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya