Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Istimewa

Nusantara

Pegawai Disdik Jabar Terkonfirmasi Covid-19, Ridwan Kamil: Bukan Hal Yang Aneh

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 16:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diterapkan di Jawa Barat memberi konsekuensi tersendiri. Sebab, dengan pelonggaran aktivitas warga, perkantoran pun kini muncul menjadi klaster baru Covid-19. Salah satunya adalah kantor Dinas Pendidikan Jabar.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku belum mendapatkan laporan secara spesifik terkait jumlah pegawai yang ada di kantor Disdik Jabar yang terkonfirmasi Covid-19.

Kendati demikian, ia menegaskan, sesuai dengan prosedur kantor Disdik Jabar harus ditutup sementara selama 14 hari.


“Belum ada spesifiknya, tapi saya tahu ASN dari banyak dinas juga banyak yang terpapar. Semua dinas silakan cek, nggak hanya Disdik di mana ditemukan ada keterpaparan, prosedurnya ditutup selama 14 hari. Jadi bukan hal yang aneh,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di El Royale Hotel, Kota Bandung, Rabu (19/8).

Menurutnya, temuan konfirmasi positif di sebuah institusi hampir 80 persen penghuninya adalah orang tanpa gejala (OTG).

“Kalau ada sebuah temuan di sebuah tempat hampir dipastikan sekitar 80 persennya itu OTG,” ungkapnya, dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Karena itu, Pemprov Jabar pun sudah memberikan opsi kepada mereka yang positif untuk melakukan isolasi mandiri atau isolasi di BPSDM Cipageran, Cimahi.

“Dan mayoritas tentu lebih nyaman melakukan di rumah masing-masing,” tandasnya. 

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya