Berita

Pakar hukum tata negara, Refly Harun/RMOL

Politik

Selain Rakyat Dan Negara, Pemerintah Juga Memiliki Tanggung Jawab Kepada Tuhan

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 14:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengingatkan masyarakat perihal komitmen bernegara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin atau pemerintah harus dapat memaknai UUD 45 dengan baik. Pasalnya, menjadi pemerintah memiliki tanggung jawab dan amanah yang besar tidak hanya bagi negara serta rakyat, tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana termaktub dalam sila pertama Pancasila.

"Lord Acton bilang, power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Jadi yang namanya kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang eksesi, makanya korupnya enggak ketulungan. Kira-kira begitu. Karena itulah kemudian, Pembukaan itu wanti-wanti," kata Refly di acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Rabu dinihari (19/8).


Dia menjelaskan, pemerintah diberikan kewajiban dan kewenangan dalam melaksanakan kewajiban mewujudkan kehidupan adil dan beradab sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan UUD 45. Namun, pemerintah harus sadar bahwa ada batasannya yakni pertanggungjawaban kepada Tuhan.

"Tapi anda jangan lupa bahwa anda memiliki dasar untuk memerintah. Memiliki boundaries untuk memeritnah. Apa itu? Satu dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa," katanya.

"Ini dasarnya, bukan tidak sengaja. Kenapa? Bahwa kekuasaan, amanah itu tidak hanya dipertanggungjawabkan, kepada sesama manusia, dalam konteks agama hablum minannaas. Tapi juga kepada Yang Maha Pencipta," imbuhnya.

Atas dasar tersebut, Indonesia sebagai negara tidak bisa memisahkan antara agama dan negara.

"Karena agama kepercayaan masyarakat adalah bagian yang tak terpisahkan dalam gerak sejarah bangsa ini," paparnya.

Sehingga, kata Refly, jika para penguasa paham bahwa kekusaan merupakan sebuah amanah dan akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada warga negara tapi ke Sang Pencipta, maka seharusnya dia sadar bahwa memerintah itu tidak enak.

"Memegang amanah itu tidak enak, karena pertanggungjawabannya itu tidak hanya dunia, tapi juga akhirat," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya