Berita

Deklarator KAMI Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Dubes Palestina Tidak Baca Seksama Karena Anggap Saya Sahabat

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 14:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Polemik kedatangan Dutabesar Palestina Zuhair al Shun dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mulai menemui titik terang.

Awalnya banyak tudingan menyebut bahwa kedatangan Zuhair al Shun dalam acara itu karena ada “undangan palsu” dari deklarator KAMI, Din Syamsuddin. Dalam polemik ini, Din Syamsuddin seolah dituding mengaburkan isi undangan.

Terlebih Dutabesar Palestina untuk Zuhair al Shun telah memberi klarifikasi bahwa pihaknya mengira acara itu adalah perayaan HUT ke-75 RI, bukan acara politik.


Baca: Begini Isi Undangan Din Syamsuddin Ke Belasan Dubes, Termasuk Dubes Palestina

Ternyata, ada kesalahpahaman dari pihak Kedutaan Besar Palestina dalam memahami undangan Din Syamsuddin pada acara deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) kemarin.

Hal itu diketahui setelah Din Syamsuddin menghubungi Zuhair al Shun untuk mencari titik terang polemik ini.

Disebutkan ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu Dubes Palestina tidak membaca undangan itu secara seksama. Di mana ada tiga acara yang digelar sekaligus yang disampaikan dalam undangan tersebut.

Dubes Palestina tidak membaca detail karena melihat sosok Din Syamsuddin sebagai sahabat, di mana Din adalah Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina.

"Tadi saya sudah menelepon Dubes Palestina. Rupanya ada kesalahpahaman. Beliau tidak baca seksama undangan, tapi begitu melihat nama saya, beliau langsung berniat hadir saja karena menganggap saya sahabat (sebagai Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina)," ujar Din Syamsuddin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (19/8).

Din menegaskan, pihaknya memang mengundang belasan duta besar dalam acara KAMI tersebut, termasuk Dubes Palestina. Dalam undangan berbahasa Inggris yang dikirimkan ke para dubes itu juga disertakan poster dan tiga rangkaian acara KAMI.

Tiga rangkaian acara itu antara lain; Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan, Peringatan Hari Konstitusi, dan Deklarasi KAMI.

"Kami mengundang belasan dubes/kedubes, cuma yang hadir hanya beliau dubes Palestina. Kepada semua Dubes dikirim dua undangan tersebut (flyer dan undangan Bhs Inggris). Saya mengundang karena biasa para dubes diundang ke acara Ormas dan Partai Politik," kata Din Syamsuddin.

"Sebenarnya KAMI mengundang pada acara kemarin (Rangkaian Tiga Acara: Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan, Peringatan Hari Konstitusi, dan Deklarasi KAMI), beberapa Duta Besar dan Tamu Undangan (non deklarator)," demikian Din Syamsuddin. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya