Berita

Tes Covid-19/Net

Kesehatan

Dokter Harus Waspada, Peneliti Inggris: Virus Corona Kemungkinan Bisa Sebabkan Diabetes

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 16:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya kasus diabetes tipe 1 di antara anak-anak selama puncak pandemik Covid-19 memicu banyak pertanyaan para pakar dan tenaga kesehatan di Inggris.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care mengungkap kemungkinan adanya keterkaitan antara Covid-19 dengan diabetes tipe 1 pada anak-anak.

Walau begitu, para peneliti di Imperial College London pada Selasa (18/8) mengungkap, masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut karena penelitian hanya didasarkan pada beberapa kasus.


"Analisis kami menunjukkan bahwa selama puncak pandemik, jumlah kasus baru diabetes tipe 1 pada anak-anak sangat tinggi di dua rumah sakit (yang kami pelajari) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar peneliti yang memimpin penelitian, Karen Logan, seperti dikutip Reuters.

"Saat kami selidiki lebih lanjut, beberapa dari anak-anak ini mengidap virus corona aktif atau sebelumnya pernah terpapar virus," sambungnya.

Menurut Logan, fenomena yang sama juga dilaporkan oleh China dan Italia, di mana muncul kasus anak-anak dengan diabetes tipe 1 selama pandemik.

Dalam penelitiannya, tim Logan menganalisis data dari 30 anak di rumah sakit London yang didiagnosis dengan diabetes tipe 1 yang muncul selama puncak pertama pandemik Covid-19.

Dari hasil penelitian jumlah kasus selama puncak pandemik tampak meningkat dua kali lipat dari pra pandemik.

Dari 21 anak yang menjalani tes Covid-19, lima di antaranya dinyatakan terinfeksi virus corona baru.

Diabetes tipe 1 merupakan suatu kondisi kronis ketika pankreas menghasilkan sedikit atau tidak sama sekali insulin yang berfungsi sebagai pengatur kadar gula darah. Gejalanya termasuk rasa haus yang meningkat, sering buang air kecil, lapar, lelah, dan penglihatan yang kabur.

Tim peneliti menjelaskan, ada kemungkinan protein lonjakan dari virus corona baru menyerang sel-sel pembuat insulin di pankreas.

"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menetapkan apakah ada kaitan yang pasti, tetapi sementara itu kami berharap dokter akan memperhatikan hal ini," kata Logan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya