Berita

Massa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang hendak keluar tertahan di gerbang Tugu Proklamasi/RMOL

Politik

Buntut Aksi KAMI Tandingan, Gerbang Tuprok Ditutup Dan Polisi Bentuk Dua Lapis Barikade

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 12:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pintu gerbang area Tugu Proklamasi (Tuprok) ditutup akibat adanya puluhan massa tandingan di tengah acara deklarasi maklumat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Selasa (18/8).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, puluhan massa aksi yang turut menamai diri sebagai KAMI, kepanjangan dari Kesatuan Aksi Milenial Indonesia (KAMI) itu menggelar unjuk rasa dengan membawa spanduk, poster dan pengeras suara dan mobil komando.

Mereka menggelar aksi di Jalan Proklamasi yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari acara lokasi deklarasi maklumat KAMI.


Akibatnya, pintu gerbang area Tugu Proklamasi ditutup oleh pihak panitia untuk mencegah terjadinya bentrokan dengan massa aksi tandingan.

Pihak kepolisian pun membuat barikade sebanyak dua lapis. Pertama berada di pertigaan dekat Tugu Proklamasi dan satunya lagi berada di depan Gedung Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini, Jalan Proklamasi No 33, atau tepat di dekat massa aksi tandingan.

Beberapa pihak dari deklarasi KAMI terlihat sedikit emosi dengan adanya massa tandingan. Namun, pihak kepolisian akhirnya bisa meredam emosi massa tersebut agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penjagaan di lokasi acara deklarasi maklumat KAMI dan di dekat aksi unjuk rasa dari massa KAMI tandingan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya