Berita

Pasangan calon Ony-Antok resmi diusung PAN dalam Pilkada Ngawi 2020/RMOLJatim

Politik

Pilkada Ngawi 2020, Rekom PAN Jatuh Kepada Pasangan OK

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 08:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Mendekati waktu pendaftaran bakal calon kepala daerah di Pilkada Ngawi 2020, Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya melabuhkan pinangannya ke pasangan Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko (OK). Surat rekomendasi dari DPP PAN diterima paslon OK di di kediaman Ony.

Dengan rekomendasi tersebut, kini pasangan OK sudah bulat mengoleksi 10 partai politik yang mengusung mereka sebagai bakal calon Bupati Ngawi dan Wakil Bupati Ngawi dalam Pilkada Serentak 2020.

Ketua DPD PAN Ngawi, Agus Wiyono mengatakan, sejak awal sikap PAN memang sudah mengusung OK.


"Sudah clear secara administrasi rekomendasi dari DPP PAN turun. Maka sikap politik kita ke pasangan Ony-Antok," jelas Agus Wiyono kepada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (17/8).

Untuk menguatkan daya dorong dukungan, beber Agus, pihaknya sengaja membuat satu tagline 'Kolaborasi Bukan Kompetisi Apalagi Amputasi'. Alasan dasar dari tagline itu adalah untuk memantapkan bahwa PAN sehati dengan pasangan OK.

Terlebih lagi, dengan raihan 3 kursi di DPRD Ngawi hasil Pemilu 2019, mesin politik PAN di Ngawi bisa berjalan secara masif. Sisi lainnya juga menunjukan bahwa kehadiran PAN dapat diterima di akar rumput yang dibuktikan perolehan kursi meningkat dari pemilu sebelumnya.

"PAN di Ngawi ini merupakan partai politik kedua setelah PDIP yang bisa menambah jumlah kursi dari hasil pemilu sebelumnya. Sudah barang tentu mesin politik PAN berjalan dengan baik," beber Agus.

Pungkas Agus, kesepakatan mengusung pasangan OK tidak sekadar hasil survei abal-abal. Selain itu, menurut keyakinanya, kehadiran OK yang direkomendasikan PDIP bakal diikuti partai lain yang sama-sama peraih kursi di DPRD Ngawi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya