Berita

Mahasiswa Malind Anim Ha menolak pencalonan non-OAP di Pilkada Kabupaten Merauke/RMOLPapua

Politik

Mahasiswa Malind Anim Ha Tegas Menolak Calon Kepala Daerah Non-OAP

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 11:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada yang berbeda dengan situasi dan kondisi menjelang Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 di Provinsi Papua. Perbedaan itu adalah ada upaya pencalonan oleh non-Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi kepala daerah, khususnya di Kabupaten Merauke.

Situasi yang berkembang saat ini langsung disikapi secara serius para mahasiswa di Kabupaten Merauke, Papua.

“Ada kejanggalan yang terjadi pada dinamika politik di Kabupaten Merauke kali ini. Sebab saudara-saudara kami (non-OAP) juga ikut mencalonkan diri sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati di Kabupaten Merauke,” ucap Ketua Himpunan Mahasiswa Malind Anim Ha (HMM), Arnoldus Anda, saat ditemui Kantor Berita RMOLPapua, Minggu (16/8).


Menurutnya, dinamika non-OAP yang mencalonkan diri ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Merauke. Apalagi hal ini terjadi menjelang akan berakhirnya masa otonomi khusus pada 2021 mendatang.

Sehingga dirinya mencurigai ada aktor yang secara sengaja ingin menciptakan konfik di Kabupaten Merauke.

“Menurut kami ini adalah suatu kejanggalan, sebab hal ini baru pertama kali terjadi, dan terjadi di akhir masa otsus yang akan berakhir di tahun 2021," kata Arnoldus.

"Sehingga kondisi ini menjadi pertanyaan bagi kami, ada apa di balik semua ini? Apakah ada yang sengaja ingin menciptakan konflik di daerah ini? Sebab beberapa kali dilakukan pemilihan umum, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi,” imbuhnya.

Padahal, selama ini anak Marind sudah selalu adil dalam membagi porsi kekuasaan di Kabupaten Merauke. Karena orang Papua selalu memberikan kesempatan bagi orang non-OAP untuk menjadi Wakil Bupati.

Sehingga dirinya merasa wajar jika anak asli Marind merasa hak-hak keistimewaan dan keunikan sebagai penduduk asli tanah Anim Ha dikebiri oleh orang-orang non-OAP yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kabupaten Merauke.

Ditegaskan Arnoldus, masih banyak cara dan metode yang dapat digunakan jika memang benar-benar tulus ingin membangun tanah ini tanpa harus menjadi Bupati. Karena dirinya menganggap jika ingin menjadi bupati sama halnya dengan ingin menguasai Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Alam di atas tanah Anim Ha.

“Maka dengan ini kami Himpunan Mahasiswa Malind Anim Ha menolak dengan tegas pencalonan bupati dan wakil bupati non-OAP,” pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya