Berita

Ilustrasi

Dahlan Iskan

Indonesia Emas

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 05:23 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

MERDEKA!

Dan tahun ini, hari ini, kita memekikkannya sebagai bukan orang merdeka.

Kita masih dijajah Covid-19.


Dulu kita kompak melawan penjajah Belanda. Sekarang apa boleh dikata.

Rasa ketidakadilanlah yang membuat kita ingin merdeka.

Ternyata tanpa Covid-19 pun kita juga belum merdeka.

Kapan cita-cita kemerdekaan itu akan tercapai?

Saya sudah mendengar banyak pidato yang menjanjikan itu: tahun 2045. Yakni setelah 100 tahun Indonesia merdeka.

Istilahnya pun sudah diciptakan: Indonesia Emas. Dan kita diminta menyiapkan diri untuk menyambut datangnya Indonesia Emas itu. Seolah Indonesia Emas itu seperti akan jatuh sendiri dari langit. Dan kita harus siap-siap menengadahkan tangan ke atas. Agar yang jatuh itu tidak lepas ke tanah dan hancur berkeping-keping.

Maka tunggulah Indonesia Emas di tahun 2045.

Berarti 25 tahun lagi.

Kini kita telah tahu akan ada Indonesia Emas. Pun kapan datangnya.

Yang kita belum tahu adalah seperti apa itu Indonesia Emas. Setidaknya saya belum pernah membaca dokumen wujud akhir Indonesia Emas itu.

Atau, jangan-jangan, saya saja yang kurang rajin mencari dokumen itu.

Maka please, bagi yang punya dokumen wujud akhir Indonesia Emas tahun 2045 itu. Share-lah di forum ini. Untuk kita lihat bersama. Kalau bisa kita bahas bersama juga.

Kalau pun setelah itu kita tahu seperti apa wujud akhir Indonesia Emas cobalah kita kaji seperti apa roadmap-nya. Bagaimana cara mencapainya. Bagaimana pula tahapannya.

Dari situ kita akan bisa tahu: apakah Indonesia Emas itu target yang bisa kita pegang. Atau hanya pepesan kosong. Atau, untuk meminjam istilah anak muda sekarang, itu hanya PHP.

Betapa mudah kita itu membuat slogan. Namanya saja slogan. Tidak perlu ada isinya.

Apakah Indonedia Emas itu slogan?

Kita belum bisa mengambil kesimpulan itu. Kita harus temukan dulu dokumen Indonesia Emas itu. Lalu kita bahas. Barulah kita bisa menyimpulkan apakah itu slogan atau benar-benar sebuah target capaian bangsa.

Kalau ternyata Indonesia Emas itu hanya slogan alangkah jahatnya pembuat slogan itu. Kita bisa memberi gelar mereka itu si pemberi PHP Agung.

Seorang gadis sering kena PHP pacarnyi. Patah hatinyi bukan main. Sakit hatinyi tak terpermanai.

Bayangkan kalau yang kena PHP Indonesia Emas ini seluruh bangsa Indonesia. Akan terjadilah patah hati massal. Sakit hati satu bangsa.

Sisi baiknya: kita tidak akan bisa menyalahkan siapa-siapa.

MERDEKA!

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya