Berita

Putra Papua Paskalis Pigai yang memilih bidang fotografer dalam kariernya/Istimewa

Politik

Tak Sekadar Jadi ASN, Putra Papua Harus Tergugah Kembangkan Potensi Ekonomi Wilayah

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 19:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan perekonomian Provinsi Papua dan Provinisi Papua Barat diwujudkan dengan menganggarkan dana otonomi khusus (otsus) untuk Provinsi Papua sebesar Rp 5,86 triliun dan Provinsi Papua Barat Rp 2,51 triliun.

“Hal tersebut memberikan peluang bagi pemuda-pemuda Papua yang memiliki potensi dan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan sesuai bidang bakat yang mereka minati,” kata Direktur Public Policy Institute (PPI) Sujono HS dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Pada dasarnya, masyarakat wilayah Papua dan Papua Barat sangat potensial dalam mendorong pengembangan perekonomia di wilayah timur. Seperti halnya yang dilakukan putra Papua yang bernama Paskalis Pigai yang memiliki bakat profesional foto dan videografer.


Paskalis berharap, pemuda asli Papua bisa mengeksplorasi bakat dan kemampuannya untuk terjun ke bidang profesional. “Lebih banyak orang berangan-angan menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) ketimbang menjadi profesional di sini," katanya.

Keahlian Paskalis, menjadi seorang fotografer dan video membuat dirinya diperhitungakan di kelompoknya. Melalui PT Papua Project yang didirikannya, ia menjadi seorang profesional di bidang foto dan videografi. Wajar, Paskalis Pigai dipilih oleh rekan-rekannya menjadi ketua Komunitas Fotografi Manokwari.

Di sisi lain, co-founder PT Papua Muda Inspiratif ini menyoroti perekrutan ASN di Papua yang melihat masih masalah dan polemik di tengah masyarakat Papua. Pasalnya pemuda di Papua tetap berpendapat bahwa untuk ASN harus mayoritas anak asli Papua.

Padahal, menurut Paskalis, ada banyak pilihan karier lain yang dapat ditempuh selain PNS, seperti yang ditekuninya saat ini. “Saya memilih berwirausaha karena bekerja bebas, bisa buka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi,” jelas Paskalis Pigai.

Menurut data Kementerian Keuangan, sejak awal Undang undang otonomi khusus Papua berlaku di 2022 nanti, total yang dicairkan pemerintah untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp 126,99 triliun. Dana otsus yang diterima oleh Papua sebesar Rp 93,05 triliun sejak 2002 dan Papua Barat sebesar Rp 33,94 triliun sejak 2009.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya