Berita

Donald Trump dan Joe Biden/Net

Jaya Suprana

Biar Mubazir Asal Seru

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 18:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

COMMITTEE Presidential Debate menetapkan Health Education Campus di Cleveland, Ohio sebagai lokasi debat perdana Pilpres Amerika Serikat 2020 pada 29 September 2020.

Berubah

Jadwal dan lokasi tersebut dimaklumatkan sebagai reaksi atas pembatalan Universitas Notre Dame di Indiana sebagai tuan rumah debat perdana Pilpres AS 2020 akibat kecemasan atas melonjaknya kasus Covid-19, Sementara untuk debat kedua antara petahana, Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan penantang, Joe Biden dari Partai Demokrat akan berlangsung pada 15 Oktober di Adrienne Arsht Center for the Performing Arts di Miami, Florida.


Debat ke tiga 22 Oktober di Universitas Belmont di Nashville, Tennessee. Semua debat akan berdurasi 90 menit dan akan berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 22.30 waktu setempat. Pemilihan presiden AS antara Trump dan Biden dijadwalkan pada 3 November 2020.

Tradisi

Debat capres Amerika Serikat merupakan tradisi panggung politik merangkap panggung hiburan bagi bukan saja warga Amerika Serikat namun juga umat manusia di planet bumi ini. Termasuk warga Indonesia juga menggemari acara debat capres Amerika Serikat seperti dahulu pertarungan tinju Muhammad Ali menghadapi lawan-lawannya.

Mike Tyson kurang disenangi sebab biasanya tega meng-K.O lawan dalam waktu terlalu cepat sehingga baru saja pemirsa menyetel televisi ternyata lawan Si Leher Beton sudah terkapar di lantai ring tinju. Tampaknya debat capres di AS terlanjut dianggap sebagai bagian mutlak melekat pada pilpres di negeri Paman Sam tersebut.

Maka dapat disimpulkan barang siapa tidak mampu berdebat sebaiknya jangan menyapreskan dirinya sebab tampaknya mampu berdebat merupakan syarat mutlak utama untuk berhak menjadi presiden Amerika Serikat. Masyarakat AS memang menyukai tokoh yang NATO alias No Action, Talk Only seperti misalnya Donald Trump untuk menjadi presiden AS.

Pada hakikatnya seorang presiden dapat berfungsi seperti seorang jenderal yang tidak bisa sebab tidak boleh didebat anak-buahnya. Sebenarnya debat cepres mubazir akibat memang tidak ada relevansi dengan realita manajemen kepresidenan namun memang bagus sebagai produk hiburan bagi masyarakat yang haus hiburan.

Debat capres bukan hanya menjadi bagian melekat pada capres di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara yang menganggap diri sebagai demokratis. Termasuk Indonesia pasca Orba juga mulai ketularan bikin acara debat capres.

Asal Seru

Konon alasan menyelenggarakan debat capres di Indonesia adalah untuk memberikan kesempatan adu-program bagi para capres. Memang masing-masing capres pada acara debat capres diberi kesempatan untuk memaklumatkan program yang akan dilakukan apabila terpilih menjadi presiden. Lazimnya para capres tidak menyia- nyiakan kesempatan untuk debat melawan pesaing masing-masing, padahal fakta membuktikan bahwa sebenarnya tidak ada presiden yang mau dan mampu mewujudkan segenap program yang mereka janjikan pada saat debat capres menjadi kenyataan.

Lebih banyak janji diingkari ketimbang ditepati karena para politisi apalagi presiden memang memiliki hak prerogatif untuk ingkar janji. Mayoritas rakyat juga memilih presiden bukan berdasar keahlian berdebat namun sekadar rasa suka terhadap penampilan sosok sang capres saja. Juga kerap kali rakyat terpaksa bukan memilih yang terbaik dari yang terbaik namun sekedar yang lebih tidak buruk di antara yang buruk.

Meski sudah terbukti mubazir namun bangsa Indonesia selalu asyik menyelenggarakan acara debat capres pada setiap pilpres. Biar mubazir asal seru.

Penulis adalah pembelajar tradisi debat capres

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya