Berita

Foto bareng Camat Pamotan, Rembang, dengan anggota PMPR disalahtafsirkan oleh sebagian masyarakat/Repro

Politik

Foto Bersama Warga Berkaos #2020GantiBupati Picu Polemik, Begini Klarifikasi Sekcam Pamotan

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 00:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Beredarnya sebuah foto Camat dan Sekretaris Kecamatan (Sekcam)
Pamotan, Kabupaten Rembang, bersama dengan sekelompok orang yang menggunakan kaos bertuliskan #2020GantiBupati pada Jumat (14/8) yang tersebar di media sosial menuai polemik.
Sekcam Pamotan, Mohammad Imron, membenarkan foto tersebut diambil di ruangan Camat Pamotan. Imron kemudian membeberkan kronologi pengambilan foto yang sempat viral karena diduga ASN tidak netral.

Ia menceritakan, pada Jumat pagi (14/8) sekelompok orang yang mengatasnamakan Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR) dengan memakai kaos warna hitam bertuliskan #2020GantiBupati datang ke kantor Kecamatan Pamotan.


Mohammad Imron mengatakan, tujuan kedatangan ingin mengklarifikasi surat dari Camat Pamotan yang ditujukan kepada Satpol PP Rembang untuk menertibkan spanduk dan benner milik PMPR yang dipasang sepanjang jalur Pamotan-Clangapan.

Menurut PMPR, ada diskriminasi dalam menertibkan spanduk pada jalur Pamotan-Clangapan karena beberapa spanduk yang lain serta dianggap melanggar ketertiban tidak dicopot sedangkan spanduk bertuliskan #2020GantiBupati semuanya dicopot.

"Jadi kita kedatangan tamu dari PMPR, ya kita terima sebagai pejabat publik dan mendengarkan keluhan mereka,” ungkapnya.

Mohammad Imron menambahkan, setelah diskusi dan klarifikasi, pihak PMPR mengajak berfoto dengan camat dan dirinya (Sekcam).

Permintaan tersebut dituruti namun yang beredar di media sosial hanya foto tersebut tanpa ada keterangan bagaimana foto diambil, sehingga muncul kesan bahwa Camat dan Sekcam Pamotan tidak netral dalam Pilkada.

"Ya mereka (PMPR) sebelum pulang minta foto Mas, jadi ya kita turuti. Lha kok malah beredar di medsos beritanya seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Rembang, Amin Fauzi mengingatkan, ASN harus netral dalam Pilkada dan diimbau untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Kejadian seperti yang dialami oleh Camat dan Sekcam Pamotan bisa menjadi pelajaran.

"Pasalnya foto bila sudah menyebar dan tidak ada keterangan maupun kronologi yang jelas bisa ditafsirkan bermacam-macam,” katanya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya