Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Batu Tulis Jilid II Bisa Terjadi Asal Ada Klik Kepentingan

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 08:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perjanjian Batu Tulis jilid II antara Gerindra dan PDIP yang menjanjikan Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024 bersama Puan Maharani dinilai bisa saja menjadi kenyataan. Asal, kepentingan kedua elite partai itu menemui klik.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (13/8). 

"Soal akan ada Perjanjian Batu Tulis II atau tidak. Soal apakah Prabowo dengan Puan akan bersanding atau tidak. Jika bicara politik, hanya satu yaitu kepentingan. Jika kepentingannya sama, maka mereka akan bersatu," kata Ujang Komarudin.


"Dan jika kepentingannya beda, maka sebaliknya mereka akan berseteru," imbuh dia.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, kemungkinan akan terjadi Perjanjian Batu Tulis II masih tergantung dinamika politik menjelang Pilpres 2024.

"Kita lihat saja perkebangan politik ke depan. Apakah mereka (Prabowo dan Megawati) akan bersatu ataukah malah berseteru kembali," tuturnya.

"Di politik sangat cepat perubahannya. Hari ini kawan, besok bisa jadi lawan. Begitupun sebaliknya. Hari ini sahabat, besok bisa perang bubat," demikian Ujang Komarudin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya