Berita

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli/RMOL

Politik

Pengamat: Rizal Ramli Mampu Perbaiki Ekonomi Seperti Kebangkitan 20 Tahun Lalu

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 04:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tak dipungkiri pandemik Covid-19 menjadi salah satu pemicu anjlognya ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi minus dan mengakibatkan lemahnya daya beli masyarakat, gulung tikar usaha, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja.

Kondisi ini membuat wacana reshuffle menguat, khsusnya di sektor tim ekonomi kabinet Presiden Joko Widodo. Terbaru, wacana itu dilontarkan Wakil ketua MPR RI, Fadel Muhammad.

"Saya kira desakan reshuffle tidak bisa diabaikan, terutama untuk pos ekonomi. Ini harus menjadi perhatian Presiden Jokowi," kata Direktur Eksekutif Accurate Research dan Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Siradj dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (12/8).


Baihaki mengingatkan kondisi saat ini sudah memasuki lampu kuning karena pada kuartal II saja tingkat pertumbuhan ekonomi minus hingga 5,32 persen. Karena itu perlu ada sosok yang mumpuni di kabinet untuk menjadi dirigen tim ekonomi.

Dari pengamatan Baihaki, sosok Rizal Ramli (RR) dinilai tepat untuk membenahi perekonomian nasional. Alasannya, ekonom senior itu punya pengalaman membenahi perekonomian nasional saat menjadi Menko Perekonomian di kabinet Gus Dur yang berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen hingga tumbuh 4,9 persen.

"Saya kira Rizal Ramli mampu mengulang peristiwa 20 tahun lalu, memperbaiki perekonomian dari minus menjadi surplus," ujarnya.

Akademisi muda NU ini menilai, kondisi ekonomi 20 tahun lalu saat Rizal Ramli melakukan pembenahan lebih berat dari saat ini. Alasannya meski saat ini ada pandemik Covid-19, tapi situasi politik stabil. Demikian pula keamanan relatif kondusif.

Hal itu berbading 180 derajat dengan kondisi 20 tahun lalu. Situasi politik sangat gaduh karena hampir seluruh fraksi di parlemen kecuali PKB mengambil sikap oposisi terhadap pemerintah. Selain itu hempasan krisis moneter masih sangat terasa.

"Sekitar 20 tahun situasi politik sangat gaduh. Tapi perekonomian tumbuh, hutang luar negeri berkurang dan daya beli masyarakat tinggi. Itu semua tidak lepas dari peran Rizal Ramli," demikian Baihaki.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya