Berita

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Gas Dan Rem Kepala Daerah Harus Dikontrol Saat Membuka Kegiatan Ekonomi

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 03:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembukaan wilayah dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) diminta dilakukan secara bertahap. Kepala daerah pun diminta berhati-hati dan memilih waktu yang tepat untuk membuka wilayah di tengah pandemik Covid-19.

“Membuka sebuah wilayah dengan kondisi yang ada jangan sampai langsung dibuka, ada tahapan-tahapan di pra kondisi. Di tahapan pra kondisikan dulu, kemudian kita memilih waktu. Timing ini penting sekali kapan ini dibuka. Karena jangan sampai kita menyampaikan masuk dalam new normal dianggap kita ini tidak ada masalah, ini yg harus diingatkan kepasa masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo di Bandung, Selasa (11/8).

Dalam kesempatan tersebut, presiden juga meminta sektor yang akan dibuka harus dipertimbangkan sesuai dengan prioritas.


“Prioritas sektor itu betul-betul harus dilihat. Sektor mana yang harus dibuka terebih dahulu tidak semuanya langsung dibuka, tahapan-tahapan mesti dilakukan. Sektor yang risikonya rendah itu dahulukan, sektor yang risikonya tinggi tolong direm untuk diberikan di bagian belakang saja,” katanya dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, untuk membuat kegiatan ekonomi dan kesehatan harus berjalan seiring. Sebab, keduanya sama-sama penting agar tidak menimbulkan problem sosial yang berarti di kalangan masyarakat.

“Urusan kesehatan, urusan ekonomi adalah dua yang hal yang sama-sama penting. Tidak bisa kita hanya ngurusi urusan Covid urusan kesehatan, tapi urusan ekonominya tidak diurus, ini juga akan menimbulkan problem sosial ekonomi di masyarakat,” jelasnya.

“Oleh sebab itu, berulang kali saya sampaikan gas dan remnya ini bupati, walikota, gubernur betul-betul harus dikendalikan dengan ketepatan yang baik,” demikian Presiden Jokowi.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya